Cara Budidaya Lobster Air Tawar di Kolam Terpal

Sebelum membahas bagaimana cara budidaya lobster air tawar di kolam terpal, kita berkenalan dahulu dengan lobster air tawar. Lobster air tawar membutuhkan berbagai parameter air.

Lobster jenis ini juga dapat beradaptasi dengan mudah pada lingkungan dengan oksigen terlarut yang rendah namun tetap dapat menghambat pertumbuhan lobster. Agar lobster air tawar dapat berkembang dengan baik, kandungan oksigen terlarut harus minimal 4 ppm.

Sedangkan untuk cuaca, lobster air tawar dapat beradaptasi dengan cuaca dingin dan dapat menahan panas hingga 35 derajat. Namun, untuk maksimal suhu ideal lobster air tawar berkisar antara 25 hingga 29 derajat Celcius.

Sedangkan tingkat keasaman air untuk lobster air tawar yang baik adalah sedikit basa, berkisar antara 7 sampai 9.

Sedangkan untuk tingkat pH kurang dari 7, lobster air tawar tidak dapat didiami. Hal ini harus dilakukan agar kadar kalsium di dalam air tetap tinggi untuk membantu proses pembentukan cangkang lobster air tawar.

Untuk budidaya lobster air tawar dapat dilakukan dengan berbagai media, namun biasanya dibagi menjadi dua jenis yaitu ekstensif dan intensif.

Untuk budidaya dengan metode ekstensif, indukan lobster hanya perlu ditempatkan pada saat kolam dikuras. Jika ada lobster ukuran komersial di kolam, maka segera pisahkan untuk dijual. Sedangkan jika ada lobster di kolam dengan ukuran yang masih di bawah standar bisa dikembalikan ke kolam.

Budidaya lobster air tawar secara intensif memiliki keunggulan dibandingkan dengan metode ekstensif.

Namun cara budidaya ini membutuhkan asupan pakan dari berbagai jenis sayuran dan juga pakan komersial agar hasil lobster air tawar lebih berkualitas dibandingkan dengan cara ekstensif.

Selain menggunakan kolam terpal, budidaya lobster air tawar dapat dilakukan dengan menggunakan kolam fiber atau tangki serta kolam semen.

Sebelum dilakukan penetasan, hal pertama yang harus diketahui adalah membedakan jenis kelamin lobster air tawar. Ciri-ciri lobster air tawar jantan terlihat dari capit lobster yang memiliki bintik-bintik merah di bagian luar cakarnya.

Namun, bintik merah ini akan terlihat jika lobster berumur 3 sampai 4 bulan atau setelah lobster berukuran sekitar 7 cm. Bintik merah pada lobster juga merupakan tanda jika lobster sudah siap kawin atau sudah matang gonad.

Selain itu, lobster jantan juga terlihat dari kaki ketiga lobster yang tidak memiliki tonjolan seperti lobster betina. Untuk ciri-ciri lobster betina memiliki lubang pada area pangkal kaki ketiga dari bawah ekor dimana lubang tersebut merupakan alat kelamin lobster betina tempat keluarnya telur.

Seleksi Benih

Untuk memilih bibit lobster air tawar yang berkualitas, gunakan indukan yang berukuran lebih dari 10 cm atau berumur 5 sampai 6 bulan karena dapat menghasilkan anakan dalam jumlah banyak. Berikut tips lengkap memilih bibit unggul dan berkualitas.

  • Pilih indukan dengan membandingkan lobster mana yang tumbuh lebih cepat dari lobster lainnya. Pastikan untuk selalu membeli indukan di tempat yang sudah memiliki sertifikat.
  • Hindari memilih lobster dengan jenis kelamin banci karena ada indukan lobster karena lobster tidak akan bisa bertelur.
  • Pilih lobster yang gemuk tetapi hindari lobster dengan kepala besar tetapi ekor dan badan kecil yang menandakan bahwa lobster tersebut kurang makan.
  • Pastikan induk lobster berumur 5 sampai 6 bulan atau sekitar 10 cm karena jika terlalu muda akan menghambat pertumbuhan.
  • Lobster berukuran 3 inci memiliki sekitar 50 butir telur dan lobster berukuran 4 cm dapat menghasilkan 200 butir telur.
  • Pilih jenis lobster murni dari spesies tertentu agar pertumbuhannya bisa cepat dan maksimal.

Proses Perkawinan

Untuk mengawinkan lobster dilakukan dengan menggabungkan sepasang indukan lobster jantan dan betina di dalam kolam terpal berukuran 1 x 0,5 meter dan tinggi 25 cm yang dapat menampung 3 ekor lobster jantan dan 5 ekor lobster betina.

Untuk satu ekor jantan bisa membuahi sebanyak 30 ekor betina. Namun perkawinannya dilakukan dengan menggunakan kolam terpal sehingga membutuhkan 3 ekor lobster jantan karena lobster betina lebih dominan saat kawin dalam menentukan pasangan yang tepat. Jadi jika ada 1 jantan dan 5 betina, kemungkinan kawin dan bertelur akan lebih kecil.

  • Saat kawin, lobster biasanya mencari kecocokan dan saat kawin lobster ukuran tubuh jantan tidak selalu harus sama dengan ukuran tubuh betina, karena di habitat aslinya lobster jantan lebih besar dari betina.
  • Jika media terpal yang digunakan berukuran 1 x 0,5 x 0,5 meter, maka ditambahkan minimal 8 buah pipa paralon berdiameter 2 inchi dengan panjang 15-20 cm.
  • Namun, jika induknya 4 inci, kemudian gunakan pipa yang panjangnya 15 cm. Untuk indukan berukuran 5 sampai 6 inci, gunakan pipa yang panjangnya 20 cm.
  • Setelah 2 minggu lobster disatukan, kemudian umumnya ada indukan yang bertelur. Lobster yang sedang dalam masa kawin akan saling berhadapan membentuk bentuk Y.
  • Lobster jantan kemudian akan mengeluarkan sperma dan meletakkannya di pangkal kaki betina. Sperma berwarna putih dengan tekstur agak keras, kental dan larut dalam air
  • Setelah pembuahan dari jantan, betina akan menjauh dari jantan sambil perlahan-lahan melepaskan sel telur dari lubang di pangkal kaki ke-3 melalui sperma yang kemudian turun ke perut atau ekor.
  • Telur-telur tersebut nantinya akan terkumpul pada bagian perut dan ekornya akan menutup rapat telur-telur tersebut untuk minggu pertama.

Transfer Inkubasi dan Penetasan

Seperti budidaya lobster air tawar di akuarium, setelah memasuki minggu kedua atau ketiga telur baru bisa menempel di kaki renang induknya. Betina kemudian akan berjalan dengan ekornya terbuka sehingga telur dapat terlihat.

Dalam kondisi ini, indukan akan dipindahkan ke kolam penetasan terpal berukuran 1 x 2 meter atau penetasan massal menggunakan keramba keranjang.

Cara Budidaya Lobster Air Tawar di Kolam Terpal

Proses Pematangan Telur

Pada minggu kedua, telur masih berbentuk bulat dan pada minggu ketiga terlihat dua bintik telur yang merupakan embrio. Minggu keempat sungut, cakar dan kaki mulai tumbuh, tetapi lobster masih belum bisa mandiri.

Jika pada tahap ini telur jatuh dari ibu, maka embrio kemungkinan sudah mati. Seluruh kuning telur akan habis pada minggu kelima dan embrio secara bertahap akan dilepaskan oleh ibu untuk mencari makanan sendiri. Meski sudah dilepaskan, embrionya akan tetap menempel di kaki renang induknya.

Setelah telur dibersihkan, induk dapat dipindahkan ke kolam terpal lain agar dapat beristirahat selama kurang lebih 2 minggu hingga proses molting. Tujuan dari pergantian kulit ini adalah agar tubuh lobster dapat bertambah besar dan pada penetasan selanjutnya jumlahnya akan bertambah.

Memelihara Benih

Setelah telur menetas, anakan lobster tidak boleh diberi makan sayuran atau umbi-umbian tetapi diberikan cacing beku atau ulat sutra untuk mempercepat pertumbuhan lobster.

Pakan yang diberikan adalah 3% dari bobot badan lobster, pada pagi hari diberikan pakan 2% dan pada sore hari diberikan 75%. Pemberian pakan pada sore hari lebih banyak karena lobster merupakan hewan yang aktif pada malam hari, sehingga untuk menunjang aktivitas lobster, pakan lebih banyak diberikan pada sore hari.

Panen Benih

Pemanenan benih lobster berukuran 1 sampai 2 cm dilakukan dengan menggunakan ember plastik scoopnet berukuran 20 x 10 cm dan dilakukan pada pagi hari di lingkungan terbuka, tidak seperti budidaya udang air tawar di akuarium.

Kualitas dan parameter air yang digunakan harus sama dengan air di kolam terpal agar benih tidak stres tetapi tetap menggunakan air baru dan bukan air dari kolam terpal karena kotor dan baru.

Benih yang berumur 20 hari sudah memiliki tingkat kepekaan yang tinggi terhadap perubahan lingkungan dibandingkan lobster dewasa.

Jenis Pakan

Untuk pakan lobster sendiri terbagi menjadi tiga jenis yaitu pakan alami, pakan buatan dan pakan komersial.

Pakan alami sangat penting diberikan pada lobster dengan ukuran kurang dari 1 gram. Makanan alami terbaik untuk lobster antara lain kutu air, cacing tanah, jentik nyamuk, cacing rambut, cacing darah, dan cacing sutra.

Pakan buatan untuk lobster air tawar yang biasanya diberikan adalah wortel, tauge, kacang hijau, tepung ikan, cacing dan keong. Agar hasilnya bisa maksimal, maka campurkan semua bahan tersebut menjadi satu.

Pakan komersial yang umumnya diproduksi telah disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi lobster air tawar dan untuk jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan ukuran mulai dari 1 x 2 mm bubuk.

Budidaya lobster air tawar di kolam terpal menjadi solusi terbaik bagi anda yang ingin beternak lobster air tawar namun tidak memiliki lahan yang cukup luas.

Saat memulai budidaya ini, hal terpenting yang harus dipastikan adalah memilih bibit yang berkualitas baik sehingga bisa menghasilkan lobster yang berkualitas.

Baca juga :

  • harga bibit lobster air tawar
  • ukuran kolam lobster air tawar
  • berapa lama lobster air tawar panen
  • budidaya lobster mutiara
  • berat lobster air tawar untuk konsumsi
  • pemasaran lobster air tawar
  • ternak lobster air tawar di rumah


Sumber :
https://arenahewan.com/cara-budidaya-lobster-air-tawar-di-kolam-terpal

0 Komentar untuk "Cara Budidaya Lobster Air Tawar di Kolam Terpal"

Back To Top