Ayam Tiren Adalah

Menurut Wikipedia, ayam tiren adalah jargon press untuk daging ayam kadaluarsa yang dijual di pasaran atau dijual kepada pemilik restoran atau toko. "Tiren" adalah singkatan dari "meninggal kemarin". 

Daging ayam yang tidak layak konsumsi diolah atau diberi perlakuan khusus sehingga terlihat seperti daging segar, seringkali ayam tiren juga ditambahkan bahan pengawet berbahaya seperti formalin.

Daging ayam yang tidak langsung dibekukan setelah dipotong akan segera mengalami penurunan kualitas yang ditandai dengan warna kulit yang pucat dan berbau tidak segar. Ciri-ciri yang umum terdapat pada ayam tiren adalah daging berwarna kebiruan, berbau busuk dan biasanya dijual dengan harga yang lebih murah.

Selain itu, bentuk sayatan di leher tidak lebar. Pedagang mengakalinya dengan memberi pewarna kuning untuk mengelabui pembeli. Proses degradasi sering diakali dengan menambahkan formalin untuk mengawetkan daging. Pemberian formaldehida pada produk pangan dilarang oleh BPOM.

Untuk daging ayam tiren yang sudah diberi formalin, cara membedakannya adalah pada kulitnya yang halus, berbau obat, dari paha hingga kaki terlihat kaku, dan tidak dihinggapi lalat.

Pelanggaran baku mutu produk makanan seperti daging ayam tiren dan glonggongan biasanya meningkat pada saat hari raya keagamaan, seperti bulan Ramadan dan Idul Fitri serta Natal.

Daging ayam tiren berbahaya bagi kesehatan karena mengandung bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit perut dan diare.

Kesimpulannya, ayam tiren adalah ayam yang tidak keren dimakan. Ciri-ciri umum yang terdapat pada ayam tiren adalah sebagai berikut :

  • Dagingnya kebiruan
  • Baunya tidak sedap
  • Biasanya dijual dengan harga lebih murah
  • Bentuk sayatan di leher tidak lebar
  • Jika dipegang kulitnya halus dan mengkilat
  • Darah hitam muncul.

Hukuman untuk menjual ayam tiren isa sampai 15 tahun. Hal itu karena melanggar Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1999 tentang Konsumen dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1996 tentang Pangan.

Perbuatan menjual ayam busuk sangat berbahaya bagi konsumen karena daging yang digunakan berasal dari bangkai yang beresiko bagi kesehatan. 

Selain ayam tiren, ada juga ayam hidup yang telah menjalani pemotongan biasa yang tidak layak konsumsi. Berikut ciri-ciri daging ayam yang tidak layak dikonsumsi selain ayam tiren.

ayam tiren adalah


Ciri-Ciri Ayam Mentah Tidak Layak Dikonsumsi

1. Terlalu Lama Di Kulkas

Daging ayam mentah yang disimpan di dalam kulkas bertujuan agar ayam tetap segar. Namun menyimpan ayam terlalu lama di dalam kulkas juga tidak berarti baik.

Padahal, Anda harus segera mengolah daging ayam dalam waktu satu atau dua hari setelah pembelian. Menurut USDA, meskipun terlihat segar (halus), jika ayam sudah berumur lebih dari dua hari, sebaiknya tidak dimakan lagi.

2. Tekstur Daging Lunak

Daging ayam segar memiliki tekstur yang elastis, sedangkan daging ayam yang sudah tidak layak konsumsi memiliki tekstur yang lunak.

Untuk bisa membedakannya, anda bisa menekan dagingnya, jika tidak kembali ke bentuk semula, berarti daging ayamnya empuk.Tekstur daging ayam lembek akibat proses pembekuan dan pencairan yang berulang-ulang.

Proses pembekuan pada dasarnya dapat menonaktifkan virus dan bakteri. Namun pada saat thawing, bakteri pembusuk kembali aktif sehingga menyebabkan perubahan tekstur.

Dengan demikian dapat kita ketahui bahwa ciri-ciri daging ayam yang tidak layak untuk dikonsumsi salah satunya adalah teksturnya yang lunak. Artinya daging sudah lama disimpan dari proses pemotongan.

3. Warnanya Berubah

Ciri daging ayam yang tidak layak konsumsi dari segi daging mentah selanjutnya adalah adanya perubahan warna.

Daging ayam segar umumnya berwarna merah muda, sedangkan daging ayam yang tidak layak konsumsi cenderung lebih pudar.

Padahal, daging ayam yang sudah mulai membusuk memiliki warna yang lebih kusam. Selain itu warna daging ayam juga menjadi agak kebiruan yang menandakan daging sudah mulai membusuk.

4. Tidak Segar Lagi

Tentu ciri daging ayam yang tidak layak konsumsi adalah daging yang sudah tidak segar lagi. Daging ayam yang tidak segar dapat menyebabkan penurunan kandungan gizi ayam karena bakteri pembusuk yang berkembang pesat.

Ciri-ciri daging ayam yang sudah tidak segar lagi adalah daging lebih lengket, tekstur kulit lebih kasar dan pori-pori terbuka. Selain itu, daging ayam yang sudah tidak segar cenderung mengeluarkan cairan atau darah dari dalam tubuh.

Keluarnya cairan atau darah merupakan akibat dari rusaknya sel ayam. Ini terjadi karena daging ayam terlalu sering mengalami pendinginan. Padahal kita tahu bahwa pendinginan bertujuan agar daging terlihat segar meski sudah lama.

Nah itulah ciri-ciri daging ayam yang tidak layak dikonsumsi dalam artian dagingnya yang masih mentah.

Dengan begitu Anda bisa mengetahui praktik para pedagang nakal di pasar atau di warung. Tapi masalahnya belum selesai.

Mengingat kita boleh saja mengkonsumsi ayam yang sudah dimasak, entah itu ayam goreng, ayam bakar atau yang lainnya. Maka kita juga perlu mengetahui ciri-ciri daging ayam matang yang tidak layak konsumsi, agar terhindar dari bahaya bagi kesehatan.

Ciri-Ciri Ayam Masak Tidak Layak Dikonsumsi

1. Rasanya Sedikit Asam

Untuk mengetahui kondisi daging ayam yang sudah dimasak apakah layak untuk dikonsumsi atau tidak, Anda perlu mencicipinya terlebih dahulu. Anda hanya perlu mengambil beberapa potong daging ayam tanpa bumbu lalu mencicipinya.

Ciri pertama dari daging ayam yang sudah matang namun tidak layak dikonsumsi adalah rasanya yang sedikit asam. Rasa asam ini bukan hasil dari bumbu yang terkandung dalam olahan daging ayam, melainkan murni dari daging ayam.

Rasa asam ini berasal dari bau amoniak yang sebelum proses pemasakan daging sudah mengalami pembusukan. Sehingga aroma asam yang terbawa dari amonia masih dapat dirasakan setelah ayam dimasak.

2. Ada Jamur

Adanya jamur pada olahan daging ayam yang dimasak juga dapat menjadi indikator layak atau tidaknya daging tersebut untuk dikonsumsi. Jika Anda menemukan ayam yang berjamur, berarti daging tersebut sudah lama diproses.

Jamur muncul akibat daging disimpan di tempat lembab dalam waktu lama. Dalam kasus daging ayam olahan, kategori lama lebih dari satu hari. Namun, memang ada olahan tertentu yang bisa membuat daging ayam bertahan hingga tujuh hari.

3. Terjadi perubahan warna

Ciri daging ayam matang yang tidak layak dikonsumsi selanjutnya adalah adanya perubahan warna. Sama seperti daging mentah, ciri daging ayam matang yang tidak layak konsumsi bisa dilihat dari warnanya.

Daging ayam yang biasa dimasak dan layak dikonsumsi berwarna putih. Sedangkan daging ayam yang tidak layak konsumsi, warnanya berubah sedikit membosankan. Ini biasanya akibat dari proses pemasakan ulang atau bisa juga karena bakteri yang menempel dan merusak kondisi daging.

4. Baunya tidak enak

Terakhir, ciri-ciri daging ayam tidak layak untuk dikonsumsi terutama daging yang dimasak yaitu munculnya aroma busuk yang menyengat pada daging. Bau busuk ini akibat daging ayam matang terkontaminasi bakteri, sehingga lebih cepat membusuk.

Selain baunya yang menyengat, daging ayam yang sudah matang tidak layak dikonsumsi, juga lebih lengket, karena cairan yang keluar. Dari cairan ini, bau busuk biasanya semakin menyengat.

Nah itulah ciri-ciri daging ayam yang tidak layak konsumsi yang harus Anda ketahui. Dengan mengetahui ciri-ciri tersebut Anda bisa memilih apakah ingin mengolah daging ayam sendiri atau membeli ayam yang sudah matang.

Perlu Anda ketahui bahwa ayam yang dimasak cukup rentan karena selalu saja ada beberapa pedagang nakal yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, mengolahnya sendiri akan lebih aman asalkan Anda memilih ayam mentah yang benar-benar segar.


Tag : ayam tiren
0 Komentar untuk "Ayam Tiren Adalah"

Back To Top