Risiko Pinjaman Online

Risiko pinjaman online yang utama, baik online maupun offline adalah wanprestasi. Meski undang-undang tidak mengizinkan nasabah yang lalai membayar dan berniat melunasi utangnya dipenjara, bukan berarti peminjam dana bisa lepas begitu saja dari tanggung jawab.

Risiko gagal bayar yang berkelanjutan ada dua. Pertama, peminjam akan di-blacklist dalam sistem perkreditan nasional (dalam hal ini SLIK OJK). Jika demikian halnya, peminjam dana akan mengalami kesulitan dan bahkan ditolak jika di kemudian hari ia kembali untuk mengajukan pinjaman bahkan di penyedia jasa hukum lain yang berbeda.

Kedua, aset peminjam akan disita. Jika dalam jangka waktu yang ditentukan tidak dapat dilunasi (belum lagi perhitungan denda dan bunga), maka aset tersebut akan dilelang. Tentunya selain itu juga akan ada billing reminder yang dilakukan terus-menerus dan bisa jadi cukup mengganggu.

Oleh karena itu, baik melalui layanan pinjaman online OJK maupun offline, calon debitur harus bisa melakukan perhitungan dengan cermat. Lakukan perhitungan yang cermat mengenai limit pinjaman, bunga yang dikenakan, tenor yang dipilih, dan kemampuan finansial untuk melunasi pinjaman.

risiko pinjaman online


Perbandingan Pinjaman Online dan Offline

Setiap penyedia layanan kredit memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Secara detail, berikut ini perbandingan pinjaman online dan offline dari berbagai aspek.

Kemudahan Aplikasi dan Kecepatan Pencairan

Syarat pinjaman online relatif lebih sederhana dibandingkan kredit offline. Peminjam dana umumnya hanya perlu melampirkan KTP dan mengisi data diri tanpa ada jaminan yang harus disertakan.

Dalam hitungan menit, aplikasi dapat diselesaikan. Jika hasil verifikasi layak untuk pinjaman (dihitung dari kemampuan membayar berdasarkan pendapatan, bunga, limit, dan tenor), maka dana pinjaman dapat dicairkan pada hari yang sama.

Layanan pulsa offline sayangnya masih belum bisa menawarkan layanan cepat ini. Dokumen yang diminta juga cukup banyak, termasuk agunan untuk kredit yang diajukan. Proses verifikasi juga memakan waktu berhari-hari, sehingga total waktu pencairan dana cukup lama.

Bunga

Dibalik kepraktisan dan kecepatan pinjaman online, bunga yang dikenakan relatif lebih tinggi dibandingkan bunga bank. Besarannya juga bervariasi sesuai dengan produk dan layanan masing-masing aplikasi.

Meski begitu, OJK juga berusaha mempermudah. Per Oktober 2021 lalu, bunga pinjaman online mengalami penurunan. Selain itu, bagi kreditur yang telah meminjam dana dan memiliki track record pengembalian yang baik, bukan tidak mungkin mendapatkan bunga yang lebih rendah saat mengajukan pinjaman kembali.

Batasan

Harus diakui, besaran limit atau plafon pinjaman online OJK cenderung lebih terbatas dibandingkan pinjaman di bank. Umumnya, maksimal pinjaman yang diberikan hanya menembus dua digit.

Sedangkan limit pinjaman di bank bisa mencapai angka yang jauh lebih fantastis. Tentu saja, persetujuan plafon juga akan tetap diperhitungkan melalui banyak faktor lainnya.


0 Komentar untuk "Risiko Pinjaman Online"

Back To Top