Ini adalah terjemahan Kitab Khulasoh Nurul Yaqin juz 2 pdf yang merupakan lanjutan dari terjemahan Kitab Khulashoh Nurul Yaqin juz 1.
PENDAHULUAN
Wahai Nabi Muhammad SAW, sesungguhnya Kami mengutus engkau sebagai saksi untuk memberi kabar gembira dan peringatan. Juga untuk mengajak manusia ke jalan Allah dengan izin – Nya dan sebagai pelita yang terang bederang.
Bergembiralah kaum Mu’min karena mereka akan mendapatkan keuntungan besar dari Allah, janganlah engkau mengikuti orang -orang kafir dan munafik itu, biarkanlah mereka menganiaya diri mereka sendiri.
Bertawakallah kepada Allah dan cukuplah Allah itu sebagai sandaran, sesungguhnya Kami telah membebaskan Makkah bagi mu dengan pembebasan yang nyata akibat perbuatanmu di masa dahulu dan akan datang dan sebagai penyempurna nikmat dan penunjuk ke jalan yang lurus.
Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kitab kepada hamba Nya, tidak ada di dalam nya pertentangan dan untuk menguatkan iman.
Sholawat dan salam selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang telah menunjukkan mana yang benar dan yang salah, yang telah mengubah perbuatan hina menjadi kebaikan, yang telah menyempurnakan ahlak yang mulia.
Yang telah menunjukan jalan lurus kepada manusia, dimana orang tedahulu mendapat nikmat di dalamnya, dari para nabi, orang sholeh, para syuhana, para ahlul bait nabi, para sahabat, semua yang mendapat petunjuk dari Nya, dan mengikuti apa yang dilakukan sang Nabi SAW.
Sehingga dari ini, tunduklah para raja, dan manusia pasrah dan tawakal hanya kepada Allah karena ikhtiar mereka.
Setalah sholawat salam dan doa di atas, di waktu yang singkat ini saya menyusun kitab Ringkasan Nurul Yaqien jilid kedua yang menceritakan sejarah Nabi Muhammad SAW, yang dalam penyusunannya kami mengalami kesulitan dalam pencarian bahan, diharapkan kitab ini nantinya bisa bermanfaat meskipun banyak kekurangan seperti hal nya saya, dalam penyusunan kitab ini saya sangat berhati-hati agar mudah di mengerti.
Sejarah beliau SAW yang ringkas ini menceritakan kejadian yang dialami sesudah hijrah nya; dimana Beliau SAW mengalami berbagai macam gangguan dan tipu daya kaum munafik Madinah, orang Yahudi, dan Musyrik Quraisy yang tidak cukup hanya mengusir Beliau SAW bahkan sampai menyakiti secara fisik.
Mereka juga menghasut golongan lannya (kaum Arab) untuk memusuhi Beliau SAW, namun tetaplah Beliau SAW bersabar menghadapinya, Karena Beliau SAW mengharapkan agar mereka itu mendapat petunjuk dari Allah.
Setelah Allah mengabulkan harapan Nabi SAW (pembebasan Makkah), Rasulullah SAW membimbing mereka dengan ahlak yang mulia dan pengampunan (bagi orang yangmenganiaya dahulu). Sehingga berbondong-bodonglah manusia untuk masuk Islam.
Seperti firman Allah, “Karena rahmat Allah maka manjadi halus dan lemah lembutlah hatimu pada mereka. Jika saja engkau seorang yang kasar dan berkeras hati, niscaya mereka lari dari sekitarmu”.
Maka saya mohon kepada Allah agar kitab ini menjadi buah kitab yang berfaedah, karena Allah sebaik -baiknya tempat meminta dan tempat bersandar. (‘Umar ‘Abdul Jabbar)
1. TAHUN PERTAMA HIJRAH
MENDIRIKAN MASJID, AWAL PERMULAAN ADZAN, ADZAN PAGI
RAMADHAN, DAN ADZAN JUMAT
Di tahun pertama hijriyah ini Rasulullah SAW mendirikan masjidnya yang mulia, dalam pembangunan masjid ini Beliua SAW ikut bekerja, untuk memberi contoh kepada umat untuk gemar bekerja
Di tahun yang sama diadakan peraturan Adzan untuk mengingatka orang agar tidak lalai dan untuk mengumpulkan orang
Dalam adzan subuh Bilal RA menambahkan “ASHOLATU KHAIRU MINANNAUM (2x)” pendapat ini disetujui Rasulullah SAW
Di Fajar pagi bulan Ramadhan, diperintahakan Rasul SAW untuk adzan 2 kali, pertama untuk mengingatkan untuk bangun sahur, kedua untuk sholat subuh
Sejak masa Rasul SAW sampai khalifah Abu Bakar dan Umar RA, adzan Jumat Cuma sekali ketika imam sudah di atas mimbar, dan dilakukan di pintu masjid
Ketika khalifah ‘Ustman RA adzan Jumat dillakukan 2 kali, karena orang bertambah banyak.
2. KAUM YAHUDI MADINAH
PERMUSUHAN MEREKA KEPADA ORANG ISLAM, PEMBERITAAN TENTANG
AKAN DATANGNYA SEORANG NABI, KAUM MUNAFIK MADINAH, DAN PERJANJIAN DENGAN KAUM
YAHUDI
Ketika orang Yahudi mengetahui tersiarnya Islam di Madinah, mereka mulai menampakan permusuhannya kepada Muslimin di sana, dengan berusaha untuk menghalangi orang untuk masuk Islam
Sebelumnya mereka mengabarkan orang Arab perihal akan daangnya Nabi, akan tetapi setalah Rasulullah SAW datang mereka tidak menyukainya karena bukan dari golongan Arab
Perbuatan mereka dibantu oleh orang munafik Madinah yang menjadi pemimping mereka adalah ‘Abdullah bin Ubai bin Salul
Setelah rencana mereka diketahui Rasul SAW, beliau mengadakan perjanjian dengan mereka, yaitu agar mereka tidak menyakiti orang Islam begitu juga sebaliknya. Mereka (munafikin) dalam tampilan fisiknya menerima, akan tapi menolak dalam batin nya,
3. PEPERANGAN
IZIN AWAL MULA PEPERANGAN, JUMLAH PERANG YANG DIIKUTI
RASULULLAH SAW, DAN MAKSUD MELETAKKAN BATU NISAN DI MAKAM
Allah telah mengizinkan Perang kepada Muslimin, setelah mereka menentang Nabi SAW, menyakiti pengikutnya, dan bersepakat untuk membunuh Nabi SAW.
Di tahun pertama ini dimulailah perang dangan satu pasukan Sariyah (yang tidak di ikuti Rasulullah SAW), di bawah pimpinan Hamzah RA, paman Nabi SAW sendiri untuk menyerbu kafiah Arab Quraisy (yang membawa bermacam bahan makan) ketika kembali dari Syam.
Dan dilanjutkan dengan berbagai peperangan baik itu Sariyah ataupun Ghazwah (yang tidak di ikuti Rasulullah SAW)
Selama Beliau SAW hidup terdapat 47 peperangan yang beliua ikuti, dan 27 peperangan yang tidak beliau ikuti
Dalam tahun ini saudara se persusuan Nabi SAW ‘Ustman bin Mazh’un wafat
Sesudah ia wafat, diperintahkanlah oleh Rasul SAW untuk
menyiram makamnya itu kemudian diletakkan batu di atasnya. Sambil berkata : “Batu
ini sebagai pertanda makam saudaraku, dan siapa dari keluargakau yang wafat
juga diperlakukan sama”
RINGKASAN TAHUN PERTAMA
Dalam tahun pertma Hijriyah Rasulullah SAW mendirikan masjid, dan di tahun itu juga awal mulanya adzan. Di tahun yang sama orang Yahudi Madinah menampakkan permusuhan yang jelas kepada kaum Muslimin, dibantu orang munafik Madinah.
Kemudian Rasul SAW mengadakan perjanjian dengan mereka. Rasul SAW mengutus paman nya Hamzah RA untuk menyerbu kafilah Quraysi dan dilanjutkan dengan berbagai peperangan, yang total di ikuti nabi sebanyak 47 kali, yang tidak di ikuti Nabi sebanyak 27 kali.
Saudara sepersusuan Nabi SAW Ustman bin Mazh’un meninggal dunia setelah dimakamkan, Rasul SAW meminta untk disirmkan air ke makam nya dan di letakkan batu di atasnya, seraya berkata : “batu ini untuk menandai makam saudaraku”
4. TAHUN KEDUA HIJRAH
BEBERAPA PEPERANGAN DI TAHUN INI, DAN PERANG QAINUQA’
Di tahun kedua hijriyah ini, terjadilah perang Waddan, Buwath, ‘Usyairah, Badar Pertama dan Qurqarotul-Kadar, namun semua nya itu tidak sampai terjadi pertempuran, dalam tahun yang sama terjadi perang Badar Qubra, Qainuqa’ dan Sawiq
Qainuqa’ adalah kabilah kaum Yahudi Madinah yang menampakkan permusuhan kepada Muslimin dan menghianati perjanjian yang dibuat bersama Rasul SAW.
Karena demikian mereka lalu di kepung oleh Rasulullah SAW selama 15 hari, hingga mereka merasa takut dan menyerah
Lalu mereka meminta pada Rasul SAW, agar membebaskan mereka dan boleh mengambil harta mereka, dan diterima oleh Rasul SAW, dan mereka diusir dar Madinah, kaum Muslimin mengambil harta dan benteng mereka.
Catatan :
(1) Waddan adalah suatu daerah antara Makkah dan Madinah, Rasul SAW keluar daerah itu dengan 60 laki-laki untuk menyerbu kaum Qurasyi, namun tidak menjumpainya
(2) Buwath adalah gunung yang mengarah ke Yanbus, suatu ketika Rasul SAW berangkat kesana dengan 100 orang tentara berkuda untuk menyerang kaum Quraisyi namun tidak menjumpainya
(3) ‘Usyairah suatu jurang dekat Yanbus, Rasul SAW berangkat dengn 250 tentara berkuda untuk menyerbu kafilah Quraisyi
(4) Badar adalah sebuah tempat air antara Makkah dan Madinah perang ini juga dinamakan perang Safwan
(5) Qarqaratul -kadar adalah sebuah tempat dekat kota Madinah
(6) Sawiq adalah makanan lunak yg dibuat dari tepung sya’ir dan gandum yg halus, suatu ketika Rasul SAW keluar bersama sahabatnya dan 200 tentara berkuda, ketika orang musyrik mendengar pergi untuk memerangi mereka, mereka kabur.
Perang ini disebut Sawiq karena ketika Rasul SAW menyerbu, mereka lari dan meinggalkan makanannya, agar tidak membebani mereka melarikan diri
(7) Rasul SAW memerangi Banu Qainaiqa, setelah perang Badar
Qubra, dikarenakan mereka menghianati perjanjian dengan Muslimin, dan lagi
mereka sengaja melanggar kehormatan pemimpin orang -orang Anshar, maka turunlah
ayat “Dan jika engkau takut akan khianatnya satu golongan, .. maka
perjanjian itu kepada mereka dengan adil, sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang -orang yang khianat”
Namun ketika Rasul SAW mengumpulkan pemimpin mereka, mempertanyakan hal ini, dijawab dengan kasar oleh mereka dan turunlah ayat : “Katakanlah wahai Muhammad kepada orang kafir, mereka akan dikalahkan (oelh Islam) dan akan dikumpulkan oleh Allah ke neraka Jahannam, itulah seburuk-buruknya tempat. Sungguh bagi kamu ada satu tanda dari dua golongan yang berperang, yaitu segolongan yg berperang di jalan Allah dan lainnya kafir. Orang Islam melihat orang kafir itu dua kali lipat jumlahnya menurut pandangan mata. Allah menguatkan bagi siapa yg dikehendakinya, dengan pertolongan Nya. Sesungguhnya dalam hal ini ada yg bisa dipetik pelajaran bagi yg mempunyai pandangan“
Diantara orang munafik itu ada yg menunjukkan kecintaanya
kepada Yahudi, pemimpinya ialah Abdullah bin Ubai berkata: “Aku seorang yg
takut ditimpa bahaya” maka turunlah ayat terkait hal ini : “Hai orang yg
beriman, jangankah kalian angkat Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin, sebagian mereka
manjadi pemimpin yg lain, barang siapa yg mengangkat mereka sebagai pemimpin,
Allah tidak akan memberi petunjuk bagi orang yang Dzalim. Maka engkau akan
melihat orang yg dihatinya itu sakit (kurang iman), sehingga mudah sekali pergi
ke mereka sambil berkata: kami takut kalau ditimpa bahaya”. Mudah-mudahan Allah
mendatangkan kemenangan atau pertolongan kepada Muslimin, supaya mereka
menyesal atas apa yg disembunyikan dalam hatinya”.
5. PERANG BADAR QUBRA
Perang ini adalah bukti Allah memuliakan Islam, menegakan panji Nya, dan menghapus kemusyrikan sampai ke akar akarnya
Penyebab perang ini adalah ketika Rasul SAW keluar bersama para sahabat, untuk menyerang kaum Quraisyi ketika mereka baru kembali dari Syam, jumlah para sahabat sebanyak 313 orang
Ketika Quraisyi mengetahui hal ini, lalu dikirimkan 950 orang lelaki untuk menjaga barang dangangan mereka, disitulah terjadi pertempuran yang dahsyat
Kaum Muslimin diberi kekuatan oleh Allah dengan balatentara malaikat, hingga lari semua musyrikin yang sebagian terbunuh dan tertawan
Yang terbunuh dari orang musyrik sejumlah 70 orang leleki diantaranya Abu Jahal, dan ditawan sebanyak 70 orang, sedangkan korban Muslimin sebanyak 14 orang.
Rasul SAW memerintahkan untuk mengubur muslimin yang wafat dan juga orang musyrikin, setelahnya Rasul SAW kembali ke Madinah dan di sambut gegap gempita dengan qosidah Tala’al Badru ‘alaina…..”
Catatan :
( 1) Abu Sufyan bin Harb adalah kepala kafilah Quraisyi, ketika mengetahui Rasul SAW hendak menyerbu, diutuslah seorang utusan untuk mengabarkan ke yang lain.
(2) Sebelum Nabi SAW berangkat bermusyawarahlah dengan para sahabat, tentang rencana nanti. Memberi usul Sa’ad RA kepada Rasul SAW: “Sungguh kami percaya dengan dangan semua yang disampaikan mu Rasulullah SAW, kami berjanji untuk patuh dengan semua perintahmu, WahaiRasulullah SAW sampaikanlah kehendakmu, Demi Allah jikapun engkau meminta kami untuk menyebrangi lautan niscaya kami patuh, tidak seorang pun diantara kami yang tinggal diam akan hal ini, dan kami tidaklah takut terhadap musuh”
Begitu juga sahabat Miqdad bin Umar RA mengucapkan sumpah
setianya : “Perintahkanlah kami wahai Rasulullah SAW, sebagaimana yang Allah
perintahkan kepadamu, kami akan menyertaimu, Demi Allah kita semua tidak akan
berkata kepadamu, seperti firman Allah yang ada, ketika golongan bani Israil
berkata kepada Nabi Musa AS: “Pergilah engakau hai Musa, dengan Tuhanmu untuk berperang,
kami akan tinggal di sini saja”. Tapi kami akan berkata : “Pergilah engakau ya
Rasul untuk berperang dan kami akan ikut serta di dalamnya” Dengan jawaban itu,
Rasul SAW menjadi senang dan bangga, lalu berjalan lah mereka sampai ke tanah yang
tandus, ……”
6. ENGKAU DIUTUS UNTUK MEMBAWA KEBENARAN DAN KEADILAN
Suatu ketika Rasulullah SAW berdiri dalam perang Badar dengan membawa tongkat, dilihatnya wajah Sawad bin Ghaziah keluar dari barisan, kemudian dipukulah dengan tongkat perutnya, sambil berkata “Lempanglah hai Sawad..” kemudian Sawad berkata “Tuan menyakiti aku wahai Rasul SAW, padahal engakau diutus untuk membawa kebanaran dan keadilan. Karenanya izin kan hamba membalasnya”, lalu Rasul SAW membuka perutnya dan berkata : ”Balas lah Sawad,..” Lalu Sawad memeluk sambil mencium perut Nabi SAW, lalu Rasul SAW bertanya “Mengapa engkau melakukan hal demikian?” Ia menjawab‚ “Wahai Rasul yang mulia, saya ingin agar di akhir hidup saya nanti, kulit saya bisa bertemu dengan kulit mu”. Setelahnya Beliau SAW mendoakan kebaikan untuk Sawad RA.
TEBUSAN TAWANAN PERANG BADAR
Bermusyawarah Rasul SAW dengan para sahabat perihal tawanan perang Badar, Mak ‘Umar RA memberikan masukan agar tawanan itu dibunuh saja, Abu Bakar RA, mengusulkan agar tawanan itu dibiarkan hidup, tetapi harus diambil sumpahnya untuk dijadikan tentara / memperkuat kaum Muslimin menghadapi kaum Musyrik
Rasul SAW menyetujui masukan Abu Bakar RA dan memerintahkan agar tidak melepaskan seorang tawanan pun kecuali dengan tebusan, adapun jumlah tebusannya 1000-4000 dirham. Jika tawanannya dari kalangan miskin, tapi bisa membaca dan menulis disuruh untuk mengajarkan anak-anak Muslim di Madinah sebagai tebusannya.
Catatan :
(1) Dalam perundingan mengenai hukuman tawanan perang, Rasul SAW menyetujui pendapat Abu Bakar RA setelah memuji kedua sahabatnya itu dengan kata ‚hai Abu Bakar RA anda seperti Nabi Ibrahim AS, yang berkata dalam Quran : “Barangsiapa mengikutiku maka sesungguhnya ia adalah penolongku, dan siapa durhaka kepadaku, maka sesungguhnya engkaulah Tuhan yang maha pengampun lagi penyayang”, Lalu memuji Umar RA, dengan berkata : “Sesungguhnya anda itu seperti Nabi Muhammad SAW yang berdoa dalam Quran : Hai Tuhanku, Janganlah tinggalkan sedikitpun orang kafir di atas bumi ini”.
(2) Diantara tawanan -tawanan tersebut ada seorang bernama Wahab anak Umair, yang termasuk orang yang sangat memusuhi Rasul SAW. Ketika anaknya itu ditawan, ia mengadakan perjanjian rahasia dengan Shafwan bahwa ketika ia akan pergi ke Madinah untuk mebunuh Rasul SAW. Sesampainya di Madinah Umar RA mengetahui kedatangan sekaligus rencana tersebut, dan segera dilaporkan kepada Nabi SAW dan Beliau memerintahkan untuk mencarinya dan dihadapkan ke Rasul SAW, ketika Umar RA mau masuk ia memberi salam “selamat pagi”. Beliau SAW menjawab “Allah telah memberi kehormatan yg lebih dari cara tuan memberi hormat tadi maka ucapkanlah Assalamu’alaikum wrwb”. Setelah itu Rasul SAW menayakan maksud kedatangannya, lalu ia jawab “Saya datang kemari karena ada keperluan dengan anak saya”, maka Rasul SAW ‚bukan itu yg kau maksud bahkan engkau hendak membunuhku setelah bersepakat dengan Shafwan…”.
Dengan jawaban yg dilontarkan Rasul SAW tadi bergetarlah jiwanya, dan masuk Islam. Seraya berkata kami pernah mendustakan tuan, dengan agama yg dibawa ini. Akan tetapi perkataan dan maksud tadi tiadalah yg mengetahui kecuali saya dan Shofwan saja, setelah masuk Islam maka disuruhlah para sahabat untuk mengajari tentang Islam dan dibacakan Quran kepadanya juga dibebaskanlah anaknya dari tawanan.
Sesudah orang Islam kembali ke Madinah terjadinlah perselisihan diantara mereka, tentang pembagian harta rampasan, sehingga turunlah ayat terkait masalah ini : ‚Meka ini menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang harta rampasan. Katakanlah ! “Barang rampasan itu milik Allah dan Rasul Nya, maka takutlah kepada Allah dan damaikanlah diantara kalian. Tunduk dan patuhlah pada Allah dan Rasul Nya, jika kamu memang benar -benar beriman”
Setelah turun ayat di atas, damailah mereka dan menyerahkan masalah ini kepada Rasul SAW dan dibagilah harta itu dengan adil sesuai hukum Quran.
7. SYARIAT (PERATURAN DALAM ISLAM)
PERPINDAHAN QIBLAT, PUASA BULAN RAMADHAN, ZAKAT FITRAH,
ZAKAT HARTA BENDA DAN SHOLAT HARI RAYA
Dalam tahun kedua hijriyah berpindahlah kiblat dari baitul maqdis ke Ka’bah, setelah 16 bulan lamanya kaum Muslimin sholat menghadap kiblat ke baitul Maqdis
Dalam bulan Sya’ban Allah mengharuskan kepada setiap muslimin untuk berpuasa di bulan Ramadhan agar mereka bisa merasakan haus dan lapar, dengan demikian menjadi halus dan baik jiwa dan ahlaknya. Sehingga mereka dengan mudah memberikan sedekah
Di tahun yang sama, Allah mewajibkan zakat fitrah, dengan tujuan agar berbelas kasih kepada orang fakir-miskin dan orang yang lemah. Sehingga kebutuhan mereka bisa tercukupi, hati mereka bahagia
Di syariatkan juga zakat harta benda, yang diberikan kepada delapan golongan agar tetap lah di hati merek saling mencintai diantara miskin dan kaya, tolong menolong dan saling membantu sesama. Terjaminlah keamanan dan ketentraman diantara nya.
Di tahun yang sama di sunah kan sholat dua hari raya, idul fitri dan idul adha, agar satu penduduk bersatu padu berkumpul mengagungkan nama Allah.
RINGKASAN DI TAHUN KEDUA HIJRAH
Pada tahun ini, terjadilah perang Waddan, Buwath, ‘Usyairah, Badar, dan Qurqaratul Kadar yang kesemuanya tidak terjadi pertempuran. Dan terjadi juga perang Badar Qubra dimana Rasul SAW keluar dengan 313 tentara menyerbu kabilah Qurasyi. Ketika mereka mengetahui hal ini, dikirimlah 650 orang untuk menjaga dagangannya, dan terjadilah perang dengan kemenangan Islam. Ditawan lah mereka dan diambil harta benda mereka.
Pihak musuh mati 70 orang dan ditawan 70 orang, dari pihak muslim wafat 14 orang, terkait tawanan Rasul SAW memutuskan untuk meminta tebusan bagi yang kaya, jika kaum miskin diharuskan mengajar anak anak muslimin di Madinah.
Terjadi juga perang Qainuqa’ (golongan kafir Yahudi Madinah) yang menghianati perjanjian sehingga tentara Islam mengepung mereka dan mengusirnya dari Madinah
Di tahun yang sama juga qiblat di pindahkan dari Baitul Maqdis ke Ka’bah, Diwajibkan puasa ramadhan, zakat fitrah, dan zakat harta. Disuhkan sholat dua hari raya dan terjadilah perkawinan antara Ali RA dan Fatimah RA, ketika itu Ali RA berumur 21 tahun sedangkan Fatimah RA 15 tahun.
Dan menikah juga Rasulullah SAW dengan Siti ‘Aisyah dalam usia 9 tahun, di tahun yang sama juga putri rasul SAW Ruqoyah meninggal dunia.
8. TAHUN KETIGA HIJRAH
Dalam tahun ke tiga hijriyah Ghathafan, Bahran, Uhud, dan Hamraul Asad, yang hanya terjadi pertempuran yaitu perang Uhud
Perang GHATHAFAN, Rasul SAW berangkat perang bersama para sahabat memerangi orang Arab yang hendak menyerbu Madinah
Ketika mereka mendengar Rasul SAW berangkat, mereka lari ke puncak gunung takut dengan orang Islam
Terjadilah peristiwa Rasul SAW melepaskan baju Beliau untuk di jemur karena basah kehujanan sambil beristirahat di bawah pohon, sedangkan tentara Islam pada saat itu sedang berpencar
Maka datanglah seorang Arab bernam Da’tsur menghampiri beliau sambil menghunuskan pedangnya berdiri di dekat Rasul SAW, sambil berkata: ‚Siapa yg akan menghalangiku melakukan hal ini, dengan tenang beliau SAW menjawab ALLAH, sehingga ia bergetar, takut dan sampai pedangnya jatuh akibat mendengar ucapan Rasul SAW tadi.
Dan dibalikkan dengan pertanyaan yang sama setelah Rasul SAW mengambil pedang yang jatuh tadi, ‚siapakah yg menghalangiku melakukan ini, dijawab Da’tsur, tidak ada seorangpun”.
Rasul SAW dengan mudahnya mengampunia dia, dan masuk lah Da’tsur tanpa paksaan, karena Allah telah membelokkan hatinya dari memusuhi Rasul SAW menjadi cinta dan mengajak golongannya untuk mengikut Rasulullah SAW,
Catatan :
(1) Ghathafan adalah nama Kabilah
(2) Bahran adalah tempat diantara Makkah dan Madinah
(3) Uhud adalah nama sebuah gunung di Madinah
(4) Hamraul adalah nama tempat diantara Makkah dan Madinah. Perang Hamraul Asad ini terjadi setelah perang Uhud, penyebabnya karena Rasul SAW merasa khawatir tenteang perkumpulan orang Munafi Madinah yang kembali kesana, yang suatu waktu bisa menyerbu Islam secara tiba-tiba.
Maka Rasul SAW keluar di belakang meraka untuk mengawasi situasi, ketika Rasul SAW sampai di Hamraul Asad meraka kembali meninggalkan Madinah karena mengetahui renacana Rasulullah SAW
(5) Orang Arab yang diperangi Rasul SAW dalam perang Ghathafan karena mereka hendak menyerbu Madinah yang dipemimpin oleh Da’tsur dari Banu Tsa’labah dan Banu Mahatib
9. PERANG UHUD
KELUARNYA RASULULLAH SAW, KEMBALINYA ORANG MUNAFIK,
AKIBAT MENYALAHI PERINTAH RASULULLAH SAW
Keluarlah orang Quraisy untuk memerangi Islam untuk membalsa dendam kekalahan di Perang Badar
Balatentara mereka yang disumpah setia sekitar 300 orang, karena itu keluarlah Rasulullah SAW dengan 1000 tentara laki-laki, di tengah jalan diantara pengikut Rasul SAW adalah Abdullah bin Ubai, kembali ke barisan mereka (orang munafik) mempunyai tentara total sekitar 3000 orang
Setelah Rasul SAW sampai di gunung Uhud, beliau memerintahkan 50 tentara ahli panah untuk bertahan di gunung, dan berpesan pada mereka untuk tidak meninggalkan bukit tadi baik menang atau kalah. Perang dimulai dengan kemenagan Islam, mereka berlarian kabur
Saat itu kemenangan telak hapir diraih Islam, jika tentara panah yang ditugaskan Rasul SAW tadi tidak melanggar perintah, karena sibuk mencari ghanimah,
Karena Khalid bin Walid mengetahui posisi tersebut maka diserbulah tentara Islam dari belakang, sehingga tentara Islam dibuat kelimpungan akibat serang mendadak tadi
Catatan :
(1) Ketika kaum Muslimin mengetahui bahwa ditengah jalan Abdullah bin Ubai kembali ke barisan Munafik, sehingga di tengah kondisi tadi kaum muslimin banyak yang berkomentar, diantara nya pergi saja sekalian mereka : “Baiklah biarkanlah saja mereka”, maka Allah berfirman : “mengapa kalian ada dua pendapat tehadap orang munafik, Allah telah menetapkan kekafiran nya, karena usaha yang busuk. Apakah kamu menghendaki akan memberi petunjuk pada orang yang disesatkan Allah?, tidaklah engkau memperoleh jalan, untuk memberi petunjuk orang -orang yang disesatkan Allah itu”
(2) Ketika ahli panah mengetahui banyak tentara kafir yg lari meninggalkan barang bawaannya, mereka bertanya kepada temannya : “untuk apa kita tetap bertahan disini,?”. Mereka menyepelekan perintah Rasul SAW, pemimpin mereka berpesan mengingatkan hal ini, tapi diantara mereka tidak menghiraukan, dengan larimengabil harta yg tertinggal tadi, sedangkan yang bertahan amatlah sedikit, sehingga datanglah Khalid bin Walid datang dari belakang untuk menyerang balik.
10. RASULULLAH SAW TETAP DI PERANG UHUD
KEBERANIAN DAN KESABARAN NABI MUHAMMAD SAW KETIKA DITIMPA
BAHAYA
Rasulullah SAW, bersama para sahabat diantaranya adalah Abu Bakar RA dan Ali bin Abi Thalib RA.
Dalam perang ini beliau SAW ditimpa kesulitan dan abahaya namun beliau tetap tegar menerimanya terhadap apa yang Allah tetapkan pada Beliau SAW
Suatu ketika datanglah seorang bernama Ubai bin Khalf kepada Rasul SAW bermaksud untuk membunuh Beliau SAW. Dengan cepat Beliau SAW mencabut tombak dari salah seorang Sahabat,ditusuklah sehingga mati, disaat itulah seumur hidup Rasul SAW membunuh orang
Dalam perang itu Rasul SAW terperosok dalam lobang sehingga lutut Beliau terluka dan jatuh pingsan, seorang musrik melempari Beliau dengan batu hingga berdarah muka, terluka pipinya dan pecah gigi seri dan dua gigi muka, dan luka kedua pelipis Beliau SAW. Begitu juga para sahabat yang berusaha melindungi Beliau SAW, terluka sangat parah.
Catatan :
(1) Ketika itu orang musyrik menyiarkan kabar bahwa Nabi telah wafat, sehingga para muslimin kocar kacir, tidak fokus. Diantar orang musyik itu ada yang berkata : ‚untuk apa kalian berperang kalau Muhammad telah wafat, kembalilah kalian pada golonganmu kalau kalian inginkan selamat”, ada yang lain lagi berkata: “Jika Muhammad telah wafat, berperanglah untuk urusan agamamu”.
Adapun orang yang lari meninggalkan bukit tadi, mereka malu ketika masuk kota Madinah, kecuali orang sesudah orang Islam kembali ke Madinah, dan ketika Yahudi dan orang munafik mengetahui orang Islam tertimpa bahaya, mereka berkata kepada kawan -kawannya untuk mengejek orang Islam, sehingga turunlah ayat Al -Qur’an : “Seumpama mereka itu mau bersama -sama kita, niscaya mereka itu akan mati atau terbunuh”
Sebenarnya dalam peperangan ini ada pelajaran yang bisa kita
ambil, bagaimana akibatnya jika melanggar Perintah Rasulullah SAW, tentunya
juga kita hendaknya beramal dan semuanya itu hanya ditunjukan kepada Allah
semata, bukan karena dunia, sesuai firman Allah : “Sesengguhnya Allah telah
menepati janji kepada kamu ketika kamu orang -orang kafir itu (di bukit Uhud) dengan
izin Nya, hingga apabila kamu kalah, salaing menyalahkan dalam urusan perang,
dan kamu langgar perintah Nabi, setelah kamu melihat harta rampasan yang kamu
sukai; diantara kamu ada yang menghendaki dunia, dan ada juga yang menghendaki
akhirat, kemudian Allah memalingkan kamu kepada mereka (menguatkan orang
kafir), untuk mencoba hati kamu. Sesungguhnya Allah telah memaafkan dosamu,
karena Ia mempunyai keutamaan (karunia) untuk orang – orang yang beriman”
Yang menggali lobang tersebut adalah Abu ‘Amir Arrahib dengan menutupinya dengan tujuan agar kaum Muslimin terjebak kedalamnya.
(2) Diantara orang yang melempari Beliau SAW adalah Uqbah bin Abi Waqqas, dan Ibnu Qumnah.
(3) Ketika Rasulullah SAW mendapatkan luka di tubuh dan
wajahnya, beliau berkata: ‚Bagaimanakah suatu golongan yang melukai wajah Nabi
nya itu mendapat kebahagiaan?”, sehingga turunlah ayat Al -Qur’an surah Al – Imran:
“Hal itu bukanlah urusanmu, apakah Allah
akanmenerima taubat mereka atau Allah menyiksa mereka. Maka sesungguhnya mereka
itu adalah orang -orang yang dzalim”
Ketika Rasul SAW berjalan sampai di lembah gunung, datanglah putri Beliau Fatimah R.A, lalu mencuci darah yang afa di tubuh Ayahnya, sedangkan menantunya Ali K.A, yang menuangkan airnya. Setelah Fatimah R.A mengambil sebuah tikar lalu dibakarnya kemudian debunya ditempelkan ke luka tadi,, sehingga darah yang mengalir tadi berhenti.
11. KORBAN DALAM PERANG UHUD
Dalam perang Uhud ada sebanyak 70 orang tentara Islam yang wafat, dipihak kafir musrik terdapat 23 orang
Salah satu korbannya adalah Hamzah, paman Nabi SAW, Ia terbunuh dari belakang oleh orang yang bernama Wahsyi
Setelah terbunuh, datanglah perempuan yang membelah parutnya, diambil jantung kemudian dikunyah, dan dimuntahkannya kembali
Kejadian itu sangat menyedihkan hati Rasulullah SAW, lalu diperintahkan untuk mengubur yang mati syahid langsung dengan pakaiannya
Ketika orang Islam sudah kembali ke kota Madinah, mereka diejek habis habisan, oleh orang Yahudi dan munafik Quraisyi, sambil mereka kepada kawannya, seperti yang terdapat di ayat al-Quran “Seumpama mereka mau bersama sama kita, niscaya mereka tidak akan mati atau terbunuh”
12. BEBERAPA PERISTIWA
Dalam tahun ketiga Hijriyah, Rasulullah SAW menikahi putri sahabat Utsman bin ‘Affan, setelah istri beliau Ruqoyah meninggal dunia, karena itulah sahabat Utsman RA dijuluki orang yang memiliki dua cahaya”
Di tahun yang sama, beliau SAW menikah dengan Hafsah anak dari Sahabat Umar bin Khattab, dan Zainab anak dari Khuzaimah Al-Hilaliyah
Dalam tahun yang sama lahirlah Hasan bin Ali (putra pertama sayidina Ali bin Abi Thalib KA)
Tahun yang sama diharamkanlah Khamer secara mutlak, sebab berbahaya kepada akal, harta, dan kesehatan
Pada awal Islam, khamer tidak diharamkan, kemudian diharamkan sedikit demi sedikit, karena orang Arab saat itu sangat menggemari minuman keras, sulit meninggalkanya
Catatan :
(1) Ketika ruqoyah meninggal dunia Rasulullah SAW sedang dalam perang Badar, sedang suaminya Ustman, sedang tidak ikut perang karena sedang merawat istri nya yang sedang sakit di rumah
(2) Hafshah dinikahi Rsulullah SAW, sesudah suaminya meninggal dunia, karena luka -luka di tubuhnya dalam perang Badar
(3) Zainab dinikahi Rasul SAW, setelah suaminya meninggal, ketika wafat dalam perang Uhud, pada masa Jahiliyah Zainab dijuluki, Ummul masakin (ibunya orang2 miskin), karena sayang dan kebaikannya terhadap orang miskin
(4) Di tahun ini diharmakanlah Khamer dalam ayat quran ‚mereka akan bertanya kepadamu Hai Muhammad, tentang arak, dan judi. Pada keduanya itu ada dosa besar, dan ada manfaatnya bagi manusia (alkohol), tetapi dosa (bahayanya) itu lebih besar dari manfaatnya “
Sebab lain lagi, adalah ketika mereka meminum khamer, lalu sholat bacaanya akan ngawur, bercampur dengan bacaan lainnya, sehingga diharamkan, sesuai ayat ‚Hai orang orang yang beriman, janganlah kamu mengerjakan sholat dalam keadaan mabuk, hingga kamu mengetahui apa yang kamu ucapkan (sadar kembali)”
RINGKASAN TAHUN KETIGA HIJRIYAH
Dalam tahun ini terjadilah perang Ghathafan, Bahran dan Hamraul Asad tetapi tidak sampai terjadi perkelahian fisik. Terjadilah perang Uhud, berangkatlah orang Quraisy dengan sekutu mereka berjumlah 3.00 orang, mereka datang untuk membalas kekalahan dan kematian tentara mereka di perang Badar. Rasulullah SAW menyiapkan tentara sejumlah 1000 orang, di tengah jalan kembalilah Abdullah bin Ubay bersama yang mengikutinya (orang munafik) sebanyak 300 orang.
Rasul SAW memerintahkan ahli panah untuk mengawasi dari atas di gunung Uhud. Mulailah perang tersebut, hingga musuh terdesak ke luar, akan tetapi ahli panah yang melanggar perintah Rasul SAW, malah ikut menyerbu mereka yang lari, sampai terjadilah pukulan balik serangan dari belakang dari tentara Khalid bin Walid, sehingga banyak tentara Islam yang terbunuh kurang lebih 70 orang dan diantaranya paman Beliau SAW sendiri.
Di waktu yang sama juga ada seorang yang hendak membunuh Rasul SAW, bernama Ubai bin Khalf, tetapi Rasul SAW dengan lincahnya mengangkat tombak dari salah satu sahabatnya, dan mempertahankan diri dengan melempar tombak itu mengenainya, hingga ia mati.
Saat itulah seumur hidup Rasul SAW membunuh orang, Dalam perang ini juga Rasul SAW terperosok ke lubang buatan musuh, hingga terluka kedua lututnya, berdarah muka beliau, pecah gigi seri nya dan terluka di pelipis.
Begitu juga para sahabat banyak yang menderita luka-luka yang lebih parah. Di tahun itu juga Rasul SAW mengawikan putrinya Ummi Kultsum dengan Ustman bin Affan, di tahun yang sama juga Rasulullah SAW menikahi Hafshah putri dari Umar bin Khattab, dan menikah dengan Zainab putri dari Khuzaimah al Hilaliyyah. Dan di tahun yang sama diharamkannya minuman arak (yang memabukan)
13. TAHUN KEEMPAT HIJRAH
PEPERANGAN BANU NADLIR
Dalam tahun ke empat Hijrah terjadi perang Banu Nadlir, Dzatur Riqa’ , dan perang Badar Akhir , akan tetapi semuanya tidak sampai terjadi pertempuran, kecuali perang Banu Nadlir.
Banu Nadlir adalah suatu golongan orang Yahudi Madinah yang pernah mengadakan perjanjian dengan orang Islam, bahwa salah satu pihak tidak akan saling serang
Suatu ketika Rasul SAW berkunjung ke mereka bersama beberapa sahabat, ketika mengetahui hal tersebut mereka berencana untuk membunuh Rasul SAW, seketika itu Rasulullah SAW mengetahui hal ini, sehingga beliau keluar dari tempat mereka bersama para sahabat
Rasulullah SAW mengirimkan beberapa orang sahabatmya untuk mengusir mereka dari negerinya, mulanya mereka nurut, kemudian menentang
Maka Rasul SAW mengepung mereka hingga mereka keluar dari negeri mereka, yang kemudian permintaan itu dikabulkan Beliau SAW. Mereka kemudian keluar, membawa istri, harta, anak apa saja yang dimilikinya kecuali alat perang
Catatan :
(1) Rasulullah SAW berangkat perang Dzatur Riqa’ sesudah perang Banu Nadlir. Beliau berangkat dengan 700 pasukan, untuk memerangi beberapa kabilah dari negeri Najd yang sudah bersatu untuk memerangi Beliau SAW, yaitu Banu Tsa’labah dan Banu Muharib. Tetapi setelah mereka mendengar Rasul SAW berangkat ke sana, mereka melarikan diri dangan meninggalkan perempuan mereka, kemudian diantara mereka ada yang memerangi Beliau SAW, ketika tentara Islam sedang shalat Khauf. Ketika musuh melihat tentara Islam, Allah menitikan ketakutan pada hati mereka sehingga pertempuranpun tidak berlangsung. Dalam peperangan ini turunlah malaikat Jibril mengajarkan pelajaran sholat Kahuf (solat dalam keadaan takut, peperangan menghadapi musuh) dan kelonggaran bertayamum.
(2) Rasulullah SAW berangkat dalam perang Badar akhir, dengan 1500 tentara untuk memerangi Abu Sufyan yang telah membuat perjanjian dengan kaum Islam, pada perang Badar yang dahulu, tetepi mereka tidak menepati janjinya bahkan mereka mengutus seorang bernama Nu’aim bin Mas’ud ke Madinah untuk menakut nakuti (teror) kaum Muslimin. Setelah itu turunlah ayat yang berkaitandengan hal ini.
“Sesungguhnya orang -orang yang berkumpul untuk memerangi
kamu, maka takutlah kamu kepada Allah. Oleh karenanya orang – orang Islam
bertambah imannya, sambil berkata : ‚Allah mencukupi kami dan sebaik –baiknya Dzat
yang kami sandari”
Setelah Rasul SAW sampai di Badar, beliau melihat Abu Sufyan dan pengikutnya melarikan diri, sehingga kaum Muslimin menang telak di perang ini. Seperti ayat dalam Al -Quran: “Kemudinan mereka kaum Muslimin, mendapat kenikmatan, dan keutamaan dari Allah “ . Serta mereka tidak ditimpa kajahatan sedikitpun, mereka mengikuti perbuatan yang dirihai Allah. Dan Allah itu mempunyai kautamaan yang besar”
14. BEBERAPA KEJADIAN
Dalam tahun ke empat hijrah turunlah malaikat Jibril di perang Dzatur Riqa’ untuk mengajarkan sholat Khauf. Dan diberikan juga kelonggarang bersuci dengan tayamum
Di tahun ini meninggal dunia istri Rasul SAW, Zainab dan Abu Salamah anak bibinya, Menikahlah Beliau SAW di tahun ini dengan Umu Salamah
Masih di tahun yang sama lahirlah Husain putra dari Sayidina Ali
Rasul SAW memerintahkan Zaid bin Tsabit mempelajari tulisan bahasa Yahudi, agar mudah bagi Beliau SAW ketika tulis menulis surat kepada mereka
RINGKASAN TAHUN KE EMPAT HIJRAH
Di tahun ini terjadilah perang Banu Nadlir (golongan Yahudi Madinah yang menghianati perjanjian), Rasul SAW mengepung dan mengusir mereka dari kota Madinah.
Selain itu terjadi juga perang Dzatur Riqa’ tapi tidak sampai terjadi pertempuran, masih di tahun yang sama malaikat Jibril turun untuk mengajarkan sholat Khauf dan tayamum.
Terjadi juga perang Badar akhir, namun tidak terjadi pertempuran, di tahun yang sama meninggallah istri Rasul SAW Zainab, dan Abu Salamah anak bibi beliau.
Dan lahirlah Husain anak Ali bin Abi Thalib, dan Rasul SAW menikah dengan Ummu Salamah, di lain hal Rasul memerintahkan Zaib bin Tsabit untuk mempelajari bahasa tulisan Yahudi agar bisa lebih mudah berurusan surat dengan mereka.
15. TAHU KELIMA HIJRAH
DUMATUL-JANDAL, BANU MUSTHALIQ DAN SEBAB ISLAM BANU
MUSTHALIQ
Di tahun ke lima hijrah terjadi peperangan Dumatul Jandal (1) tetepi tidak sampai terjadi pertempuran, karena musuh kabur meninggalkan ternak mereka yang kemudian diamankan kaum muslimin
Terjadi juga perang Banu Musthaliq (2) kaum yang bersepakat memerangi kaum muslimin
Rasulullah SAW keluar dan mendapati mereka berada dengan sejumlah balatentara yang banyak, untuk menyerang Muslim. Tentara muslim menawan mereka laki-laki, perempuan, anak-anak dan harta benda mereka, terdapat sepuluh orang terbunuh dan sisa nya tertawan
Diantara tawanan itu adalah perempuan bernama Barrah, anak kepala suku Banu Musthaliq yang kemudian dinikah oleh Rasulullah SAW (1) kemudian berganti nama menjadi Juwaisiah
Ketika mereka mendegar hal ini, berbondonglah mereka memeluk Islam.
Catatan :
(1) Dumatul Jandal adalah negeri diantara Syam dan Madinah, suatu ketika Rasul SAW berangkat ke sana dengan 1000 tentara untuk memerangi orang Arab yang telah menindas orang -orang yang melalui negeri tersebut, ketika Rasulullah SAW datang mereka lari
(2) Banu Musthaliq adalah gelar Judzaimah bin Sa’ad, perang ini juga disebut perang Muraisi (Mata air) kepunyaan Banu Khuza’ah
16. KABAR BOHONG
Dalam perang Banu Musthaliq keluarlah Rasulullah SAW dengan isterinya ‘Aisyah dan Ummu Salamah,
Di tengah perjalanan kembalinya balantentara ‘Aisyah ada perlu, ketika ia kembali, ia merasakan kehilangan kalungnya. Lalu kembali ke tampat yang dimaksud untuk mencarinya . Setelah diketemukan, ia kembali dan disusul oleh tentara, sehingga ia terkantuk dan terlelap di perjalanan.
Ketika Sofwan bin Mu’atthal berjalan dibelakang tantara untuk mencari barang yang ketinggalan. Ketika sampai di tempat ‘Aisyah , lalu menundukkan unta yang di naiki ‘Aisyah. Sofwan menuntun unta tersebut sampai bertemu dengan para tentara, tanpa berkata sedikitpun.
Dengan demikian banyak orang menyangka tidak baik dengan hal ini, lalu kabar ini cepat menyebar setelah pemimpin orang munafik Andullah bin Ubai menyebarkan hal ini, sehingga sampai Rasul SAW pun ragu akan kebenaran ini sehingga turunlah surat AN-NUR yang menerangkan kebenaran dan bersih nya ‘Aisyah
Setelah menerima surah AN-NUR tadi, gembiralah Rasulullah SAW, dan memerintahkan orang yang menyebarkan gosip itu agar di hukum Jalad (dipukul dengan pecut) sebanyak 80 kali. Diantara yang dihukum adalah, Hamnah binti Jahsy, Mistah bin Utsatsal dan Hassan bin Tsabit
Catatan :
(1) setelah Barrah tertawan dan dinikahi oleh Rasul SAW, maka
orang Islam melepasakan golongan mereka yang tertawan sambil berkata: “Yang termasuk keluarga Rasul SAW tidak
boleh kita tawan dalam kekuasaan kita”.
Dalam perang ini juga terjadi perselisihan antara Umar bin Khathab dengan seorang dari suku Khazraj, hingga Umar RA memukul orang tersebut, lalu orang itu mengadu ke golongannya dan Umar RA memanggil kaum Muhajirin, hampir saja terjadi pertikaian. Rasulullah SAW tidak melerai pertikaian ini hanya saja berkata : “Mengapa orang – orang ini kembali ke zaman Jahiliyah?”.
(2) Setelah ‘Aisyah kembali dari mencari kalungnya, datanglah orang -orang yang membawa sekedup (pelana atau tempat duduk dr kayu yg dipasang di punggung unta), kemudian dibentangkanlah sekedup itu, dikira ‘Aisyah sudah berada di dalamnya. Namun setelah dilihat isinya kosong, itulah sebabnya Aisyah ketinggalan dalam perjalanan.
(3) Adapun Shafwan sampai melihat dan mengetahuinya dikarenakan ayat tentang hijab belum turun.
(4) Dengan adanya fitnah itu, “Aisyah setibanya dalam perjalanan itu mengalami sakit selama sebulan lamanya. Bahkan Rasul SAW sendiri tidak bercakap atau menjenguk nya secara langsung, hanya saja berkata dari sebelah pintu nya ‚bagaimana keadaanmu?”, setelah ia sembuh kembali orang -orang membicarakan hal yang sama, karena sangat terkejut ‘Aisyah kembali sakit dan bertambah parah, ketika Rasul SAW datang padanya, ia meminta izin agar dirawat di rumah ayahnya, dan Beliau mengizinkannya, ditempat sang ayah ia hanya menagis sepanjang malam.
Karena hal tersebut kemudian Rasul SAW bermusyawarah dengan beberapa sahabat, kemudian diantara mereka ada yang menyumbang saran, yaitu Usamah bin Zaid : ‚Ia adalah istri Tuan, sekalipun Tuan berbuat apapun itu, kami hanya menyaksikan bahwa berita itu tidak benar (‘Aisyah itu benar)”
Setelah itu, Beliau SAW bertanya kepada pembantu perempuannya tentang hal tersebut, dan ia juga menceritakan hal yang sama tentang kebaikan ‘Aisyah. Sehingga Rasulullah SAW datang sendiri untuk menanyakan hal tersebut, agar ia mau mengatakan hal yang sebenarnya, jika berita itu benar maka bertobatlah.
Namun ia tidak mengucapkan sepatah katapun, hanya menagis, lalu Rasul SAW manayakan hal yang sama, sehingga turunlah ayat yang membantah tuduhan orang tersebut: ‚sesungguhnya orang -orang yang mengada – adakan dusta itu segolongan dari kamu.
Janganlah kamu menduga akan mendatangkan kejahatan bagimu, bahkan akan memberikan kebaikan bagimu. Tiap -tiap manusia daiantara mereka itu menanggung dosa yang diperbuatnya.
Orang -orang yang menyiarkan dusta itu, diantara mereka akan menerima dosa yang besar ”Kemudian disambung dengan ayat lain ‚Allah itu maha mendengar lagi maha mengetahui”
17. PERANG KHANDAQ
Dalam tahun kelima Hijrah terjadi perang Khandaq (parit), yang disebut juga perang Ahzab
Dikarenakan banyaknya persekutuan Yahudi dan kabilah Arab yg hendak memerangi Islam dan mengepung Madinah
Atas petunjuk Salman Al-Farisi, Rasulullah SAW memerintahkan penggalian parit, untuk mengelilingi Madinah, untuk menghindari serangan musuh
Pengepungan berlangsung selama 15 hari hingga mereka musuh Islam lari kocar kacir
Setelah Allah mengirimkan angin Topan dan tentara langit (malaikat) yang merobohkan perkemahan mereka dan memporak porandakan barisan mereka, tak ayal mereka banyak yang tertimbun debu dan batu-batu kecil sehingga mereka lari malam itu juga
Catatan :
(1) Penyebabnya pecahnya barisan mereka (kafir) adalah ketika seorang bernama Nu’aim bin Mas’ud (teman orang Quraisyi dan Yahudi) masuk Islam secara sembunyi sembunyi, Ia menghadap ke Banu Quraidlah yang telah melanggar janji dengan kaum Muslimin, dan seraya berkata : ”Sesungguhnya orang Qurasyi dan Ghathafan itu menanti saat yang baik, jika tidak mereka akan kembali ke negeri nya, mengapa kamu bersepakat dengan mereka untuk seorang lelaki yaitu Muhammad, sedangkan kalian sama tinggal di Madinah?” tidaklah akan kalian sanggup melawan dia sendirian, maka sebaiknya kamu tidak ikut dalam perang ini. Sehingga kamu yakin bahwa orang Quraisyi itu tidak akan meninggalkan kamu dan mereka akan kembali ke negerinya”. Maka Banu uraidlah menganggap benar pendapatnya, setelahnya Nu’aim bin Mas’ud pergi dari mereka dan menuju ke kabilah Quraisyi dan berkata : ‚sebenarnya bani Quraidlah itu menyesal atas perbuatan mereka terhadap Muhammad dan mereka takut jika kamu semua meninggalkan mereka”. Dan kemudian juga ia datang ke Ghathafan menceritakan hal yang sama juga, lain dari hal ini datanglah kiriman utusan dari Abu Sufyan kepada Bnai Quraidlah untuk mengajak berperang besok. Waktu itu adalah malam sabtu, lalu mereka sama menjawab : “Kita tidak akan pergi perang pada hari sabtu,”. Berdasarkan inilah persatuan mereka terpecah. Sepeti ayat Al Quran berikut: ‚”
18. PERANG BANU QURAIDLAH
Banu Quraidlah adalah golongan orang Yahudi yang menghianati perjanjian dalam perang Khandaq dan menampakkan permusuhan yang sangat terhadap Islam
Ketika Rasul SAW kembali dari perang Khandaq, beliau diperintahkan oleh Allah untuk memerangi mereka , dan membersihkan bumi Madinah dari mereka
Beliau SAW berangkat dengan membawa 3000 pasukan dan mengepung mereka selama 25 hari
Setelah mereka menyerah, ……..Kemudian beliau meminta agar putusan tersebut dilangsungkan, dan inilah balasan dari orang yang berkhianat
Catatan :
(1) Ayat yang dimaksud adalah: ‚Hai orang -orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu, ketika datang padamu balatentara (musuh) lalu Kami turunkan angin dan tentara yang tidak terlihat. Tetapi Allah mngetahui apa yang kamu kerjakan, ingatlah ketika datang kepadamu balatentara (musuh) dari sebelah atas lembah dan dari sebelah bawah. Ingatlah ketika miring penglihatanmu seolah -olah telah naik jantung ke dalam kerongkonganmu (karena ketakutan), sehingga bermacam -macam prasangkamu terhadap Allah. Disananlah dicoba orang -orang yang beriman, kemudian mereka digoncang dengan sekeras -kerasnya goncangan. Ingatlah ketika orang munafik dan orang yang hatinya dalam penyakit (ragu), berkata : ‚Tidaklah perjanjian Allah dan Rasul Nya itu kecuali tipu daya semata” Mereka berkata lagi ‚hai penduduk Madinah, tak patut kamu tetap memeluk agama (Muhammad) itu, sebab itu kembalilah kepada keyakinanmu dahulu, (kekafiran) “. Dan satu golongan diantara mereka meminta izin kepada Nabi, untuk kembali kerumahnya seraya berkata : ‚Rumah kami kurang kokoh ya Rasul”, padahal tidaklah demikian, melainkan mereka hanya ingin lari dari peperangan.
19. MASALAH ZAID DAN ZAINAB
Suatu ketika Rasulullah SAW meminang Zzainab anak dari Jahsy untuk dikawinkan dengan Zaid anak Haritsah, tetapi ahli keluarganya menolak tawaran ini
Maka turunlah ayat Allah : “Apabila Allah dan Rasul Nya menentukan tentang suatu urusan, maka tidak boleh bagi yang Muslim laki -laki ataupun perempuan, berbuat menurut kemauannya sendiri, dan siapa yang durhaka kepada Allah dan Rasul Nya, maka sesungguhnya ia dalam kesesatan yang nyata”
Setelah turunya ayat ini, ia dan keluarganya menerimanya, nikahlah Zainab dengan Zaid, namun Zainab bangga dengan keturunannya yang mulia itu, kemudian ia bercerita hal ini kepada Rasulullah SAW atas kesombongan istrinya itu.
Maka beliau SAW memerintahkan agar teguh dan sabar atas perangai istrinya itu, maka ia pun sabra menerima hal tersebut dimasa sulit dan senangnya, hingga suatu saat ia datang ke Rasul SAW, bahwa ia akan menceraikannya
Tapi Allah memerintahkan kepada Beliau, agar minikahi Zainab setelah dicerai Zaid, untuk menjaga kemulyaan, menghindarkan permusuhan dan pertengkaran, untuk menghapuskan kebiasaan mengambil (mengaku) anak yang nantinya diaku sebagai anak nya sendiri, hingga menistakan nasab keturunanya, sebagaimana kebiasaaan Arab dahulu.
20. MEMBATALKAN PENGANGKATAN ANAK SEBAGAI ANAK KANDUNG
SENDIRI
Suatu ketika Rasul SAW mangangkat Zaid bin Haritsah sebagai anaknya sendiri, sehingga mengesampingkan keturunan, demikian karena kebiasaan orang Arab waktu itu
Ketika Allah memerintahkan Rasul SAW untuk menikahi Zainab, berkatalah beliau kepada Zaid: ‚periharalah istrimu itu (jagan kamu talaq) dan takutlah kepada Allah”, Rasul SAWmenyembunyikan perintah itu, karena yakin perkataanya pasti dituruti
Hal ini dikarenakan karena Rasul SAW takut dikatakan Nabi menikahi perempuan bekas ‚anak”nya
Karena hal demikian Allah berfirman: ‚Setelah Zaid memenuhi hajatnya (telah berkumpul dengan perempuannya, lalu diceraikannya) maka Kami Nikahkan engkau (Muhammad) dengan perempuan itu, supaya tidak ada kesempitan bagi orang -orang Mukmin, dalam mengawini istri anak angkatnya, bila telah digaulinya Adalah perintah Allah itu pasti terjadi “
Kemudian diharamkan untuk orang Islam mengangkat anak dengan menganggap sebagai anak kandungnya sendiri hingga mengingkari nasab si anak. Allah berfirman: ‚Muhammad itu bukanlah ayah seorang laki -laki diantara kamu, tetepi ia adalah Rasulullah dan penutup para Nabi. Adalah Allah itu mengetahui segala sesuatu”
Catatan :
(1) Permulaan ayat yang dimaksud adalah firmann Allah : ‚Ingatlah ketika engkau (hai Muhammad) berkata kepada orang -orang yang Allah telah berikan mereka nikmat dan memberi nikmat kepada ia (Zaid): ‚Peliharalah isterimu itu (jaganlah kamu talaq) serta takutlah kepada Allah”. Tetapi engkau sembunyikan dalam hatimu sesuatu yang Allah pasti akan menjadikannya, karena engkau takut dan malu kepada manusia, padahal Allah lah yang lebih patut engkau takuti. Setelah Zaid memenuhi hajatnya (setelah bergaul dengan perempuan itu, lalu diceraikannya) maka Kami nikahkan engkau (Muhammad) dengan perempuan itu, supaya tidak ada kesempitan atas orang -orang mukmin. Dalam menikahi istri anak angkatnya, bila telah digaulinya. Adalah perintah Allah pasti akan terjadi
21. AYAT TENTANG HIJAB DAN KEWAJIBANYA
HAJI
Dalam tahun kelima hijrah turunlah ayat hijab yang khusus bagi istri-istri Rasulullah SAW, yaitu firman Allah: “Dan apabila kamu semua meminta kepada mereka (istri-istri Rasulullah) sesuatu benda, maka tanyalah kepada mereka itu dari belakang tabir. Demikian itu adalah lebih suci bagi hatimu sesuatu semua dan hati mereka itu”
Adapun selain istru beliau untuk menjaga penglihatannya dan agar tidak tidak memperlihatkan perhiasannya
Tentang hal hijab dibagi atas tiga bagian: yang satu bagian khusus bagi istri-istri Rasulullah SAW dan dua lagi umum bagi istri-istri beliau dan lainnya
Yang pertama : ‚kaum wanita harus menutup seluruh badannya, begitu juga muka dan kedua telapak tangannya. Dan itu yang dimaksud dalam ayat hijab diatas, khusus istri-istri Rasulullah SAW”
Yang kedua: ‚kaum wanita harus menutup seluruh badannya, kecuali muka dan kedua tangannya. Setengah ulama menambahkan dengan kedua telapak kakinya (boleh dibuka) yaitu bagi yang fakir,yang bekerja di ladang, sesuai firman Allah : “Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada istri -istrimu anak-anak perempuanmu dan istri orang mukmin agar menutup kepala dan badan mereka dengan jilbab “
Dan firman Allah di surat AN-NUR “Dan janganlah mereka
memperlihatkan perhiasannya selain yang biasa nyata kelihatannya dan hendaklah mereka tutup kerudungnya sampai
leher dan Yang ketiga tidak diperbolehkan pergaulan antara lelaki dan perempuan
kecuali dengan mahram sendiri. Dan larangan ini untuk istri-istri Rasulullah
SAW dan lainnya, karena sesuai sabda Rasul: tidak diperbolehkan seorang
laki-laki dan perempuan berteman, kecuali dengan mahromnya sendiri, ini untuk
umum”
Dalam tahun ke 5 Hijrah diwajibkan haji ke Makkah bagi orang-orang yang mampu, dengan demikian mereka akan saling mengenal dengan berbagai macam bangsa, dan memperkokoh persatuan.
Catatan :
(1) Jilbab: pakaian yang menutupi seluruh badan
(2) Perhiasan yang haram dibuka itu misalnya gelang di tangan, di kaki, kalung di leher, dan lain sebagainya
(3) Yang nyata kelihatannya (boleh dibuka) misalnya cincin di tangan, dan pacar di tangan
(4) Waktu sebelum ayat Hijab turun, perempuan arab biasa membuka leher dan dada mereka karena leher bajunya lebar. Dan kerudung mereka di sampingkan ke belakang, hingga auratnya terbuka, sehingga turunlah ayat Hijab. Allah menyuruh menutupnya .
RINGKASAN TAHUN KELIMA HIJRIAH
Dalam tahun kelima Hijrah terjadi perang Dumatul Jandal, namun tidak terjadi pertempuran, terjadi perang Banu Musthaliq. Golongan mereka 10 orang ternunuh sedang yang lain di tawan.
Diantara tawanan itu terdapat seorang bernama Juwairiyah, anak kepala suku Banu Musthaliq. Lalu dinikahi oleh Rasulullah SAW, peristiwa ini menyebabkan golongan mereka berbondong masuk Islam. Dalam perjalanan pulang dari perang ini Sayyidah ‘Aisyah disangka berbuat serong dengan Shafwan bin Mu’atthal oleh orang -orang munafik, sehingga turun ayat al Quran yang menerangkan ‘Aisyah (Surah An -Nur)
Dalam tahun in juga terjadi perang Khandaq karena orang Yahudi dan Arab bersepakat untuk menggempur Madinah, tentara mereka berjumlah 10.000 lelaki. Maka kaum muslimin menggali parit di sekeliling kota Madinah, pengepungan terjadi selama 15 hari.
Kemudian Allah menurunkan angin ribut dan bala tentara langit, hingga musuh takut lari. Di tahun itu juga terjadi perang Banu Quraidlah kerena mereka melanggar janji yang dibuat bersama Rasul SAW.
Dan di tahun itu juga Rasulullah SAW menikah dengan Zainab setelah Zaid bin Haritsah menceraikannya, dan dihapuslah kebiasaan mengaku anak sebagai anak kandung, dan diwajibkan ibadah haji (bagi yang mampu), serta turun ayat terjait dengan Hijab (Jilbab).
22. TAHUN KEENAM HIJRIYAH
Di tahun keenam Hijrah terjadilah perang Banu Lahyan(1) dikarenakan mereka mencoba berkhianat(2), tidak sampai terjadi perang, karena mereka keburu lari
Terjadi perang Ghabah (3) yang menyebabkan syahid nya seorang muslim dan tewas 2 orang musrik
Terjadi juga perang Hudaibiah(4), tidak sampai bertempur dikarenakan untuk menjaga kehormatan Baitul Haram
Di tahun ini juga masuk Islam Tsumamah ibnu Utsalah(5) setelah di kasihi Radulullah SAW dengan ahlak dan budi pekerti Beliau
Setelah ia islam, ia berkata :”Demi Allah hai Muhammad, tidak ada dibumi ini wajah yang saya benci kecuali wajah tuan, tetapi sekarang wajah tuan yang paling saya cintai. Demi Allah tidak ada agama di bumi ini yang saya benci kecuali tuan, tetapi sekarang agama tuanlah saya paling saya cintai. Dan demi Allah tidak ada negeri yang paling saya benci kecuali negeri tuan, namun sekarang negeri tuan ini yang paling saya cintai”
Catatan :
(1) Banu Lahyan : adalah nama kabilah
(2) Penyebab penghianatan mereka adalah ketika Rasul SAW mengurus beberapa orang diantara mereka yaitu ‘Ashim bin Tsbit untuk mengajarkan agama Allah, mereka tidak terima hal ini bahkan dibunuhlah ia ebersama orang lain, dan dua orang lain nya dijadika budak dan dijual ke Makah yang kemudian mereka dibunuh juga.
Mendengar hal ini Rasul SAW berangkat untuk memerangi mereka dengan membawa 200 pasukan, tapi mereka keburu kabur
(3) Ghabah adalah tempat diantara Makah dan Madinah, Rasul SAW berangkat kesana dengan 500 pasukan untuk memerangi orang Arab yang telah menyerbu dan merampas unta -unta Beliau, belum lagi mereka membunuh anak dari Abi Dzar al Ghifari. Padahal sebelumnya Rasul SAW memberi hadiah kepada mereka dengan memberikan sebidang tanah, tapi kenyataannya mereka tidak tau balas budi
(4) Hudaibiah adalah nama sumur yang terletak antara Mekah dan Madinah
(5) Tsumamah bin Utsalah adalah tawanan yang ditawan Rasul SAW, kemudian ia masuk Islam. Setelahnya ia kembali ke negerinya Yamamah, dalam perjalan itu ia melalui Makkah dan melakukan Umroh, disitulah nampak keislaman beliau. Ketika sampai di Yaman ia menanam tanaman pangan (hasil bumi) dan berbaur dengan orang yang belum islam, sehingga banyak dari mereka masuk Islam
Rekomendasi Produk Kitab Khulasoh Nurul Yaqin Juz 2
Baca juga :
- terjemah kitab khulashoh nurul yaqin jilid 1 pdf
- nurul yaqin arabic pdf
- download kitab khulashoh nurul yaqin pdf
- khulasoh nurul yaqin juz 3 pdf
- terjemah khulasoh nurul yaqin juz 3
Isi artikel ini merupakan rangkuman yang diambil dari website Khulashoh Nurul Yaqin melalui pencarian di Google Indonesia dengan kata kunci terjemahan kitab khulashoh nurul yaqin juz 2.
3 Komentar untuk "Terjemahan Kitab Khulasoh Nurul Yaqin Juz 2 Pdf"
Ada kesalahn tentang peperangan sariyah dan gozwah
Silahkan langsung saja dikoreksi melalui komentar ini bagian mana yang salah
Bagus sangat ditel