Untuk mengetahui cara ternak lele di ember agar tidak mati, simak penelasan artikel dan video di bawah ini.
Persiapan Cara Ternak Lele di Ember
Alat-alat yang perlu disiapkan untuk memulai budidaya ikan lele di ember adalah:
- Ember
- Strimin
- Kran air
Ember yang digunakan sebaiknya menggunakan ukuran 80L dengan diameter 50cm. Ember ini nantinya akan menjadi tempat budidaya ikan lele.
Karena air tempat lele hidup harus sering diganti agar tidak terlalu kotor, lubang pembuangan harus dibuat di bagian bawah sisi ember. Agar lebih mudah membuang air, maka pasang kran air.
Kemudian isi ember tersebut dengan air yang tidak terlalu jernih namun tidak terlalu keruh. Jangan mengisi air sampai penuh, cukup isi sampai garis ember.
Air dalam ember ini harus didiamkan selama 3 hari agar suhu dan pH stabil, sambil dilakukan pengecekan menggunakan pH meter. Jika pH air terlalu asam, segera tambahkan setengah sendok makan garam meja.
Seleksi Bibit Lele
Meski cara budidaya ikan lele dalam ember terbilang mudah, namun kita tetap harus mempertimbangkan segala resiko yang akan terjadi. Apalagi jika Sobat seorang pemula dalam budidaya ikan lele.
Untuk mengurangi risiko kegagalan, Sobat bisa mengantisipasinya dengan mendapatkan bibit lele yang bagus dan berkualitas. Berikut hal-hal yang perlu Sobat perhatikan saat memilih bibit ikan lele:
Perhatikan tempat Sobat membeli benih. Usahakan membeli bibit lele di tempat pembenihan atau hatchery bersertifikat. Hal ini untuk mengurangi adanya penyakit bawaan dari benih yang dibeli.
Meskipun lele memiliki daya tahan yang kuat terhadap penyakit, kondisi benur lele biasanya lebih rentan terhadap infeksi dibandingkan lele dewasa. Lele juga dapat terinfeksi penyakit genetik yang disebabkan oleh kualitas induk lele yang buruk atau faktor perkawinan sedarah.
Bibit lele yang ideal untuk pembesaran adalah 5-7 cm. Pastikan ukuran lele seragam atau sama. Bibit lele yang berkualitas memiliki tubuh yang seimbang antara kepala dan tubuh.
Pilih benih ikan yang tidak cacat, badan mengkilat, sungut berseri-seri atau tidak pucat, dan geraknya lincah.
Untuk ember 80 liter, jumlah bibit lele yang dibutuhkan adalah 60 ekor. Jumlah ini memang sangat kecil untuk budidaya, karena medianya juga menggunakan ember, yang bisa dikatakan membudidayakan ikan lele dalam ember, yang merupakan budidaya skala terkecil.
Jika ingin mendapatkan hasil panen yang banyak, pembudidaya bisa menyiapkan lebih dari 1 ember, dengan masing-masing ember diisi 60 ekor ikan lele.
Ember yang telah diisi ikan lele, sebaiknya dilengkapi dengan filter akuarium. Tujuannya agar sirkulasi air tetap baik. Kemudian jangan lupa pasang juga strimin agar lele tidak meloncat dari ember.
Cara Menabur Ikan Lele dalam Ember
Sobat perlu berhati-hati saat menabur benih lele di ember. Bibit lele kecil cenderung sensitif. Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menebarkan lele di ember
Sesuaikan suhu air ember. Pastikan suhu air tidak terlalu panas karena terik matahari. Kondisi suhu air yang baik akan membuat benih lebih sehat dan tidak stres.
Masukkan benih dan wadah penyimpanannya ke dalam ember dan biarkan benih lele mengendap selama sekitar 15 menit. Ikan lele akan keluar dengan sendirinya dari tempat penyimpanan dan menyesuaikan diri dengan tempat barunya di dalam ember.
Sobat juga bisa menabur benih lele dengan memiringkan wadah penyimpanan dan menambahkan benih ke ember sedikit demi sedikit.
Sebarkan benih ikan lele pada pagi atau sore hari. Jangan menabur benih di siang hari karena takut benih lele stres dan kemudian mati. Suhu air pada siang hari akan meningkat dan terasa lebih panas dibandingkan pada pagi atau sore hari.
Setelah benih ditaburkan ke dalam ember, jangan lupa untuk menggunakan suplemen organik cair ember untuk merangsang kekebalan lele.
Suplemen yang diberikan juga mencegah ikan lele tertular penyakit seperti parasit, bakteri, dan jamur dari akumulasi kotoran atau sisa pakan di dasar ember.
Cara Merawat Ikan Lele
Cara memelihara ikan lele di dalam ember tidak jauh berbeda dengan memelihara ikan lele di kolam atau tempat lainnya. Perhatikan hal-hal berikut agar budidaya ikan lele Sobat berkembang dengan baik.
- Lakukan grading atau pemisahan ikan lele minimal dua minggu sekali. Hal ini bertujuan untuk menyeragamkan ukuran ikan lele dalam ember dan menghindari kanibalisme antar ikan.
- Ganti air saat bau tidak sedap dari ember. Lakukan pergantian air sekitar 50% dari total air dalam ember pada pagi atau sore hari.
- Buang dan bersihkan bagian bawah ember karena akan membahayakan kelangsungan hidup ikan lele.
- Hindari stres pada ikan lele saat ingin mengganti air. Puasa lele dengan tidak memberi makan selama 12 hingga 24 jam.
- Memenuhi kebutuhan oksigen ikan lele untuk tumbuh lebih cepat. Sobat dapat menambahkan blower atau aerator.
- Perhatikan kualitas air agar tidak menghambat pertumbuhan ikan lele.
- Pilih pakan ikan yang mengandung nutrisi dan protein tinggi. Saat memilih pakan, sesuaikan juga dengan ukuran dan umur ikan.
- Beri makan 2-3 kali sehari. Jangan memberi makan saat hujan karena akan mengubah kualitas pakan.
- Menyediakan suplemen organik cair dengan cara disemprotkan atau dicampur selama kurang lebih 15 menit untuk meningkatkan aplikasi nutrisi pada pakan.
- Kendalikan hama dan penyakit pada ikan lele dengan menggunakan produk suplemen organik cair. Suplemen ini dapat membuat ikan lele lebih kebal dan tidak mudah terserang penyakit atau virus.
Pakan Ikan Lele
Sebenarnya hampir sama dengan pakan yang diberikan pada ikan lele yang dibudidayakan di kolam besar. Yaitu dalam bentuk pelet sebanyak 4 kg per 1 ember.
Jika Sobat membudidayakan ikan lele dengan lebih dari 1 ember, Sobat bisa memperkirakan sendiri berapa jumlah pelet yang Sobat butuhkan untuk pakan. 4 kg pakan untuk 1 ember cukup untuk 1 kali panen.
Pemberian pakan ikan lele dilakukan 3 kali sehari. Yaitu pagi, sore dan malam. Pemberian pakan pada pagi hari tidak boleh terlalu banyak, karena ikan lele merupakan hewan yang aktif pada malam hari, sebaiknya pakannya lebih banyak pada malam hari.
Oleh karena itu jika lele lapar dan tidak segera diberi makan pasti akan memakan temannya atau disebut juga kanibalisme.
Perhatikan Kebersihan Air
Selain memperhatikan pakan, pembudidaya juga harus memperhatikan kebersihan air. Ikan lele tidak bisa hidup dengan baik di air yang terlalu jernih atau terlalu kotor. Jika Sobat menemukan air di ember yang kotor dan mulai berbau tidak sedap, segera buang dan ganti dengan air baru.
Sebaiknya letakkan ember di tempat terbuka yang dapat dijangkau oleh sinar matahari. Tidak masalah meski tanahnya tidak luas, yang pasti dalam sehari ember bisa disinari cahaya matahari.
Panen Lele
Waktu panen lele dapat diperkirakan sesuai dengan ukuran benih lele. Untuk benih ikan lele berukuran 5 cm hingga 7 cm, biasanya baru akan dipanen saat memasuki usia 2,5 hingga 3,5 bulan sejak disemai.
Sedangkan benih ikan lele berukuran 8 cm sampai 10 cm umumnya lebih cepat dipanen saat berumur 2 sampai 2,5 tahun sejak benih disemai. Hasil panennya memang relatif kecil, yang sesuai dengan jumlah benih ikan lele yang dimasukkan.
Namun, tetap akan menguntungkan jika dijual dan dikonsumsi sendiri. Begitu juga dengan kangkung yang juga bisa dijual atau dikonsumsi sendiri.
Untuk mendapatkan manfaat efisiensi budidaya ikan lele dalam ember, sebaiknya pembudidaya sekaligus menggunakannya sebagai tempat budidaya kangkung.
Caranya sangat mudah:
- Alat lain yang dibutuhkan juga sangat mudah ditemukan yaitu berupa gelas plastik, kawat, arang, dan yang terpenting biji kangkung. Pertama, buatlah gelas plastik agar menjadi pot untuk tanaman kangkung.
- Yaitu dengan melubangi bagian bawah dengan paku yang telah dipanaskan atau menggunakan besi solder. Sehingga nantinya air dari ember bisa masuk melalui lubang tersebut untuk membasahi tanaman kangkung.
- Kemudian bentuk kawat yang sudah disiapkan dibengkokkan untuk menempelkan gelas plastik ke mulut ember. Kemudian masukkan biji kangkung yang sudah berakar, potong bagian atasnya. Setelah itu, tambahkan arang hingga setengah gelas.
- Pasang kaca ke ember menggunakan kawat. Pastikan bagian bawah gelas plastik setengah terendam air. Dengan penanaman yang satu ini, pembudidaya bisa memanennya berkali-kali selama 4 bulan, jadi tidak perlu membeli bibit lagi, cukup potong bagian atas kangkung agar bisa tumbuh lagi.
Demikianlah cara budidaya ikan lele di ember untuk pemula
Baca juga :
- cara penggunaan em4 perikanan lele
- penyebab ikan lele mati dengan perut kembung
- penyebab lele mati di ember
- air lele
- budikdamber
- kenapa bibit ikan lele banyak mati
- harga bibit lele
0 Komentar untuk "Cara Ternak Lele di Ember Agar Tidak Mati"