Cara budidaya ikan lele di kolam terpal untuk pemula ini menurut Saya lebih baik daripada memeliharanya di kolam-kolam pembuangan tanpa terurus. Kita tahu bahwa banyaknya kandungan nutrisi pada ikan lele membuat ikan ini semakin banyak dikonsumsi oleh masyarakat dan mungkin termasuk Sobat.
Namun, dengan fakta bahwa lele dapat hidup di area limbah pembuangan, ada baiknya jika Sobat lebih berhati-hati dalam membeli jenis ikan ini, karena tidak semua lele yang dijual di pasaran benar-benar bersih.
Bisa jadi ikan lele yang ada di pasaran merupakan hasil tangkapan para petani di saluran irigasi mereka dan hal ini tentunya sangat berbahaya. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika Sobat bisa membudidayakan ikan lele sendiri, hal ini tentunya akan lebih sehat dan lebih berkualitas.
Syarat Hidup Ikan Lele
Meskipun lele dikenal sebagai ikan yang mampu hidup di berbagai kondisi lingkungan, namun untuk mendapatkan hasil yang maksimal, usaha budidaya lele harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Berikut kriteria air yang baik untuk budidaya ikan lele;
- Suhu optimal untuk pertumbuhan ikan lele adalah antara 25 hingga 28ºC. Untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu 26-30ºC, untuk pemijahan kisaran suhu antara 24-28ºC.
- Air kolam harus bersih, tidak terkontaminasi limbah yang mengandung bahan kimia, merkuri, minyak atau bahan berbahaya lainnya.
- Ikan lele menyukai perairan yang tenang dan kedalaman yang cukup.
- Perairan yang baik untuk budidaya ikan lele adalah perairan yang banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan ikan dan bahan pakan alami.
- Permukaan air kolam tidak boleh tertutup rapat oleh tanaman air, sampah atau dedaunan kering.
- PH air tambak yang baik adalah 6,5 – 9, derajat butiran kasar (kekerasan) maksimal 100 ppm dan optimal 50 ppm, kekeruhan bukan lumpur antara 30-60 cm, kebutuhan O2 optimal dalam rentang yang cukup luas berkisar 0,3 ppm untuk ikan lele dewasa sampai jenuh untuk benih, kandungan CO2 kurang dari 12,8 mg/l, amonium terikat adalah 147,29-157,56 mg/l.
Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal Untuk Pemula
Adapun cara budidaya ikan lele di terpal antara lain mengikuti langkah-langkah berikut ini :
Media Budidaya
Hal terpenting yang harus dilakukan ketika ingin menekuni usaha budidaya ikan lele iken adalah menyiapkan tempat budidaya yaitu kolam. Salah satunya adalah kolam terpal, kolam terpal dapat menjadi alternatif dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk beternak ikan lele.
Jika dibandingkan dengan kolam permanen/kolam beton, biaya pembuatan kolam terpal jauh lebih murah dan mudah dilakukan. Bahan yang dibutuhkan antara lain terpal, kayu/bambu dan perlengkapan lainnya.
Langkah-langkah pembuatan kolam terpal kecil dan besar untuk budidaya ikan lele;
- Menentukan lokasi/lahan yang akan digunakan untuk menempatkan kolam terpal,
- Siapkan terpal dengan ukuran sesuai kebutuhan misalnya ukuran kolam terpal lele untuk 1000 ekor 2,5 x 1 x 1 meter (panjang x lebar x tinggi)
- Pembuatan rangka kolam menggunakan besi, kayu atau bambu, tersedia terpal ukuran khusus,
- Masukkan terpal ke dalam bingkai yang telah dibuat
- Bagian tepi terpal diikat atau dipaku pada rangka agar terpal tidak terlepas dari rangka,
- Pemasangan terpal dilakukan dengan hati-hati agar tidak bocor,
- Pastikan posisi kolam tidak miring (harus rata),
- Kolam diisi dengan air hingga kedalaman yang sesuai.
- Jika menggunakan air PAM, diamkan selama 3-4 hari sebelum ditebar benih agar klorinnya menguap.
Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus Sobat perhatikan saat menyiapkan media budidaya, yaitu:
- Pastikan kolam terpal yang Sobat buat sudah dibersihkan dengan sabun terlebih dahulu agar bau lem dan bahan kimia yang menempel hilang.
- Setelah itu keringkan dan diamkan selama sehari penuh tanpa air dan keesokan harinya Sobat bisa mengisi air hingga ketinggian kurang lebih 20-30 cm.
- Biarkan air selama 7-10 hari untuk pembentukan lumut dan fitoplankton, setelah itu bisa ditambahkan air dengan ketinggian kurang lebih 80-90 cm.
- Setelah air siap Sobat juga diharuskan untuk menambahkan beberapa iris daun pepaya atau daun singkong, hal ini bertujuan untuk mengurangi bau air kolam saat terjadi penguapan dan setelah itu Sobat juga harus menambahkan kembali 5 cm air kolam dari sebelumnya .
Bibit Ikan Lele
Untuk bibit lele ada 2 cara untuk mendapatkannya. Untuk cara yang pertama bisa Sobat dapatkan dengan cara membeli bibit ikan lele yang sudah siap ditebar di media budidaya.
Dan untuk cara yang ke 2 agak sedikit sulit karena mendapatkan bibit lele langsung dari induknya dan ini membutuhkan waktu yang cukup lama dengan proses yang cukup sulit.
Untuk itu ada baiknya jika Sobat mendapatkan bibit ikan lele dengan cara membeli terlebih dahulu. Hal-hal yang harus Sobat perhatikan saat memilih bibit ikan lele di pasaran adalah:
- Jika Sobat membeli benih ikan lele, pastikan Sobat membelinya di toko benih ikan dengan kualitas yang baik.
- Ciri-ciri bibit lele yang berkualitas yaitu bibit lele memiliki warna yang cerah. Hal ini menunjukkan bahwa mereka hidup di air yang baik dan lingkungan tidak tercemar.
- Juga pastikan bahwa ikan secara aktif mengoksidasi, agresif dan gesit. Dimana ketika di dalam air secara berkala benih-benih tersebut muncul di permukaan air untuk bernafas, hal ini menandakan bahwa mereka sehat dan tidak berpenyakit.
Setelah Sobat menentukan bibit lele yang akan Sobat budidayakan secara berbeda, langkah selanjutnya cara budidaya lele di terpal adalah Sobat bisa mulai menebar bibit lele.
Dalam menebar benih ada hal-hal yang harus diperhatikan mulai dari jumlah benih yang ditabur hingga cara penyebarannya. Untuk lebih jelasnya berikut penjelasan singkatnya, yaitu:
- Pastikan terlebih dahulu bibit lele berukuran 1-2 inchi dengan jenis lele yang sama dan perlu Sobat ketahui juga perhatikan kapasitas bibit lele yang bisa Sobat tebar di kolam Sobat.
- Siapkan ember berisi air bersih dan masukkan bibit lele yang akan Sobat tebar ke dalam ember tersebut selama 30 sampai 50 menit, hal ini agar bibit lele bersih dan tidak membawa zat berbahaya di dalam tubuhnya serta dapat beradaptasi dengan air di dalamnya. kolam dengan mudah.
- Tebarkan bibit lele ke dalam kolam dengan hati-hati agar lele tidak stres, perhatikan kondisi bibit lele sampai memasuki usia 20 hari, sortir beberapa lele yang memiliki ukuran tubuh dan panjang yang lebih kecil dari yang lain dan pindahkan ke kolam lain untuk mendapatkan perlakuan yang sama agar ukurannya bisa sama dengan yang lain.
Pemeliharaan Ikan Lele
Agar hasil panen Sobat melimpah dan berkualitas baik, Sobat juga harus melakukan langkah perawatan yang tepat.
Caranya cukup mudah dan tidak memakan waktu terlalu lama, Sobat hanya perlu memberi pakan dengan bahan-bahan berkualitas baik, memperhatikan kondisi air kolam dan memperhatikan kondisi kesehatan ikan lele.
Sobat juga harus memperhatikan kondisi air kolam, untuk air karena penguapan terjadi setiap hari, Sobat disarankan untuk selalu menambahkan air setiap minggu sampai ketinggian air mencapai 80 hingga 95 cm.
Tidak hanya itu, perhatikan juga warna dan kejernihan airnya, lele tidak menyukai air yang sangat jernih. Oleh karena itu Sobat harus menjaga agar air yang Sobat alirkan tidak terlalu jernih dan harus berwarna hijau, air yang berwarna hijau sangat baik untuk kelangsungan hidup ikan lele.
Jangan lupa selalu perhatikan kondisi ikan lele Sobat, perhatikan jika ada beberapa ikan yang terjangkit virus atau sakit, maka Sobat bisa mengisolasinya atau bisa juga memberikan obat cair khusus untuk ikan yang Sobat bisa dapatkan di toko pertanian atau khusus untuk perikanan.
Pakan Ikan Lele
Dalam budidaya ikan khususnya ikan lele, pakan merupakan aspek terpenting sebagai sumber nutrisi agar ikan lele dapat hidup dan berkembang dengan baik. Pakan ikan lele di kolam terpal terdiri dari pakan utama berupa pelet dan pakan tambahan yang berasal dari alam.
Pakan yang baik harus mengandung protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitamin dalam jumlah yang seimbang. Perhatikan dan baca baik-baik deskripsi pada kemasan saat membeli pakan.
Kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan lele secara umum minimal 30% protein, 4-16% lemak, 15-20% karbohidrat serta vitamin dan mineral seimbang. Perhatikan juga tanggal produksi pakan yang akan dibeli dan jangan membeli pakan yang sudah kadaluarsa.
Pakan lele yang berkualitas harus memiliki rasio FCR kurang dari 1 atau minimal sama dengan 1. FCR adalah singkatan dari Food Conversion Ratio, yaitu rasio jumlah pakan terhadap berat ikan. Semakin kecil rasio FCR, semakin baik kualitas pakan. Dengan kata lain, FCR adalah berapa banyak pakan yang diberikan dan berapa kilogram bobot ikan yang dihasilkan. Sebagai contoh ;
- jika pakan yang diberikan 1 kg dan menghasilkan ikan dengan berat 1 kg berarti nilai FCR pakan tersebut adalah 1.
- jika pakan yang diberikan sebanyak 2 kg dan menghasilkan ikan seberat 1 kg berarti nilai FCR pakan tersebut adalah 2.
Cara memberi makan ikan lele di tambak terpal
Pakan utama ikan lele di kolam terpal
- Pakan utama ikan lele berupa pelet yang banyak beredar dipasaran.
- Berikan pakan sesuai kebutuhan, jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit
- Dalam sehari ikan lele membutuhkan pakan sebanyak 3 – 6% dari berat badannya. Contoh ; Ikan lele dengan berat 100 gram per hari membutuhkan pakan sebanyak 5% dari bobot tubuhnya, yaitu sebanyak 5 gram pakan per ekor.
- Setiap 7 atau 10 hari sekali ambil 1 ekor ikan lele secara acak sebagai sampel. Kemudian timbang berapa berat badan untuk menentukan jumlah pakan yang akan diberikan.
- 2 minggu sebelum panen jumlah pakan yang diberikan dikurangi 3% dari bobot badan
- Dalam sehari lele diberi pakan 4-5 kali.
- Waktu pemberian pakan pada pagi, siang, sore dan malam hari.
- Saat lele masih kecil, pakan harus diberikan lebih sering
- Sore dan malam pakan diberikan lebih banyak, karena lele aktif pada malam hari
- Pakan diberikan saat lele sedang agresif memakan pakan dan menghentikannya saat ikan terlihat kenyang, yaitu saat lele malas memakan pakan tersebut.
Pemberian pakan tambahan untuk lele kolam terpal
Biaya pembelian pakan lele merupakan pengeluaran terbesar dalam budidaya lele. Jadi, untuk menghemat biaya pembelian pakan, ada baiknya jika diberikan pakan tambahan selain pakan utama ikan lele.
Pakan tambahan yang baik diberikan pada ikan lele antara lain; keong mas, ikan rucah atau limbah peternakan ayam. Ikan lele memiliki sifat kanibal atau saling memakan saat lapar. Untuk itu, usahakan jangan sampai terlambat memberi makan.
Cara Mengendalikan Hama dan Penyakit
Budidaya ikan lele juga tidak terlepas dari gangguan berbagai jenis hama dan penyakit. Beberapa jenis hama berbahaya yang paling sering mengganggu ikan lele antara lain; biawak, burung, musang, berang-berang (sero) dan ular.
Cara pengendalian hama lele dilakukan dengan memasang pagar berupa jaring di sekeliling kolam dan di permukaan kolam. Saluran pembuangan dan saluran masuk air juga disaring.
Sedangkan beberapa penyakit lele tambak terpal yang sering dijumpai pada lele antara lain; perut kembung, cedera kepala dan ekor, dan penyakit bintik putih.
Penyakit ini disebabkan oleh mikroorganisme patogen, seperti virus dan bakteri atau protozoa. Cara pengendalian penyakit pada ikan lele dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut;
- Pakan sesuai kebutuhan (tidak lebih dan tidak kurang)
- Menjaga kebersihan kolam
- Menjaga kualitas air agar tetap bersih dan sehat
- Menjaga suhu air kolam pada kisaran 28 derajat Celcius
Panen Ikan Lele
Hal terakhir tentang cara budidaya ikan lele di terpal yang bisa Sobat lakukan adalah memanen ikan. Panen adalah salah satu hal terpenting yang Sobat nantikan, Sobat juga bisa melihat kerja keras melalui panen Sobat setelah melakukan langkah-langkah di atas.
Dan berikut ini adalah hal-hal yang harus Sobat perhatikan saat memanen ikan lele, yaitu :
- Sobat bisa memanen ikan lele jika ikan tersebut berumur kurang lebih 90 hari dari masa pemijahan.
- Sebelumnya perhatikan warna air pada kolam terpal Sobat, ciri utama yang bisa Sobat perhatikan adalah melalui warna air kolam. Jika air kolam sudah berubah menjadi kemerahan, ini berarti ikan lele Sobat sudah siap untuk dipanen.
- Gunakan sarung tangan terlebih dahulu sebelum Sobat memanen agar kulit tangan Sobat terlindungi dengan baik, Sobat bisa menggunakan jaring atau saluran pembuangan yang besar untuk memanennya. Jika ingin menjual lele, lele berukuran sedang sangat bagus jika dijual di pasar.
Keunggulan dan Manfaat Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal
Kolam terpal adalah kolam untuk budidaya ikan yang terbuat dari bambu, kayu atau besi sebagai rangka dan ditutup dengan terpal untuk menampung air. Jika dibandingkan dengan kolam galian dan kolam beton, kolam terpal memiliki banyak keunggulan, antara lain sebagai berikut;
- Budidaya ikan lele di kolam terpal dapat dilakukan di sembarang tempat, dan di tempat-tempat yang tidak memungkinkan untuk dibuat kolam galian, misalnya di tanah berpasir dan tempat-tempat yang rawan banjir.
- Kolam terpal dibuat di atas permukaan tanah sehingga lebih aman dari banjir.
- Budidaya ikan lele di kolam terpal dapat dilakukan di lahan yang sempit, seperti pekarangan atau pekarangan.
- Sangat mudah untuk mengatur volume air sesuai dengan usia ikan lele.
- Memanen ikan lele di kolam terpal lebih mudah.
- Kondisi kolam mudah dikendalikan.
- Lebih aman dari hewan pemangsa (predator).
- Lele yang dihasilkan lebih bersih dan berkualitas.
- Lahan yang digunakan tidak berubah karena bukan kolam galian.
- Biaya beternak ikan lele tambak terpal lebih murah.
Demikianlah cara budidaya ikan lele kolam terpal bagi pemula. Semoga materi cara ternak ikan lele di rumah ini bermanfaat.
Baca juga :
- biaya ternak lele kolam terpal
- modal ternak lele
- keuntungan ternak lele 1000 ekor
- budidaya lele kolam terpal pdf
Isi artikel ini merupakan rangkuman yang diambil dari website Tanipedia dan Mitalom melalui pencarian di Google Indonesia dengan kata kunci cara budidaya ikan lele di kolam terpal untuk pemula.
0 Komentar untuk "Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal Untuk Pemula"