Bagaimana pula cara budidaya ikan nila di kolam terpal tanpa aerator ? Ikan air tawar ini bisa hidup di kolam terpal tanpa arus dari aerator sekalipun.
Tentunya cara budidaya ini banyak diminati oleh para pelaku usaha dan peternak, karena akan menghemat listrik jika lokasinya tidak dekat dengan sumber air.
Pada artikel ini, kita akan mengetahui lebih jauh tentang cara budidaya ikan nila yang praktis tanpa aerator dengan pertumbuhan ikan yang maksimal.
Cara Budidaya Ikan Nila
Berikut beberapa langkah yang harus Sobat lakukan dalam budidaya ikan nila. Sebelum itu Sobat harus mengetahui jenis-jenis ikan nila yang menguntungkan untuk dibudidayakan.
Persiapan Bibit Nila
Untuk budidaya yang optimal, pilihlah benih ikan nila yang berukuran seragam dengan panjang sekitar 8-12 cm. Pastikan bibit dalam keadaan sehat, tidak cacat fisik, dan lincah bergerak.
Selanjutnya untuk tahap penebaran benih ikan nila dianjurkan kepadatan 10-15 ekor per meter persegi. Sobat juga bisa menimbang benih ikan yang ideal untuk budidaya, dengan berat sekitar 15-20 gram per ekor.
Bibit ikan nila dapat ditebar setelah 4 hari menambahkan daun ke kolam. Penebaran ikan juga harus dilakukan dengan hati-hati agar ikan tidak stres.
Apungkan benih yang masih dalam kantong plastik terlebih dahulu di permukaan air selama 30 menit. Selanjutnya buka penutup tas dan biarkan ikan nila keluar dengan sendirinya.
Perawatan Nila
Kebutuhan pakan yang dianjurkan untuk budidaya ikan nila di kolam yang tenang adalah sekitar 3% dari bobot badan yang disesuaikan dengan umur. Pemberian pakan dapat dilakukan dengan frekuensi 2-3 kali sehari pada pagi, siang dan sore hari.
Sobat bisa memberi makan ikan nila dengan pelet yang mengandung sekitar 25-30 persen protein yang bisa didapat dari toko ikan. Selain itu, Sobat juga bisa memberikan pakan tambahan, namun tidak lebih dari 15 persen dari total pakan pelet yang diberikan.
Pengelolaan air dalam proses budidaya ikan nila tanpa aerator juga penting. Idealnya, kondisi air memiliki suhu 28 hingga 30 derajat Celcius dengan pH 7-8,5 dan debit air sekitar 5 detik per 1000 meter persegi. Sumber air untuk mengalirkan kolam nila dapat diperoleh dari sumur, air hujan, atau sungai.
Nah, itulah tahapan budidaya ikan nila yakni cara budidaya ikan nila di kolam terpal untuk pemula yang bisa dilakukan tanpa menggunakan aerator di kolam air tenang atau kolam terpal yang terbilang praktis. Panen ikan nila dapat dilakukan setelah kurang lebih 3-6 bulan perawatan dengan berat 200-300 gram per ekor.
Baca juga :
- aerator kolam ikan nila
- apakah ikan gurame bisa hidup tanpa aerator
- harga aerator kolam
- apakah ikan mas bisa hidup tanpa aerator
- harga bibit ikan nila
- berapa lama panen ikan nila
0 Komentar untuk "Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal Tanpa Aerator"