Apakah alat penghemat listrik itu benar ? Menurut PLN, mereka mengimbau masyarakat tidak mudah percaya dengan promosi alat yang bisa menghemat tagihan listrik.
Meski sebenarnya promosi alat penghemat tagihan listrik sudah marak di semua media sosial selama bertahun-tahun, namun belum pernah ada laporan pihak manapun yang dituntut atas kegiatan promosi tersebut.
PLN menegaskan penghematan listrik tidak harus berasal dari peralatan tetapi dari perilaku konsumen itu sendiri.
Alat penghemat listrik yang ditawarkan umumnya berupa peralatan kompensator daya yang diklaim mampu menghemat listrik atau mampu mengurangi pembacaan nilai daya aktif yang terukur pada kWh meter.
Kajian di berbagai laboratorium teknik dilakukan melalui pengukuran langsung nilai daya dan energi, sudut fasa, harmonik, serta pengamatan bentuk gelombang arus dan tegangan menggunakan Power Quality dan Energy Analyzer serta Osiloskop.
Pengukuran dilakukan dalam dua kondisi yaitu pada saat digunakan perangkat kompensator daya atau tanpa perangkat kompensator daya.
Hasil kajian berbagai merek dagang, penggunaan perangkat kompensator daya tidak berdampak pada konsumsi daya aktif oleh beban, dengan demikian perangkat kompensator daya tidak dapat membantu mengurangi konsumsi energi bagi pelanggan dan tidak mempengaruhi pengukuran energi pada kWh meter.
Semua perangkat penghemat daya yang diteliti di laboratorium dan di pasaran adalah komponen pasif yang terdiri dari kapasitor dan rangkaian pendukungnya. Apabila dipasang pada beban rumah tangga yang bersifat resistif, penggunaan alat penghemat listrik dapat memperburuk faktor daya dan justru akan meningkatkan energi terukur.
Jadi alat penghemat listrik hampir pasti tidak bisa mengurangi tagihan listrik. Kenapa tidak bisa? Karena perangkat mengurangi arus, atau mengurangi energi reaktif (VAr), bukan energi aktif (Watt), yang dibayar konsumen adalah energi aktif (Watt) kali waktu, yang diukur dalam kilo Watt-Hours, atau kWh.
Lalu kenapa jawabannya hampir pasti tidak? Karena untuk pelanggan tertentu terutama dengan daya terpasang besar, PLN membatasi penggunaan energi reaktif (kVArh) dengan memasang kVArh-meter. Artinya, jika pelanggan menggunakan lebih dari daya reaktif yang dikonsumsi, akan dikenakan biaya yang diukur dengan kVArh.
Jadi penggunaan alat penghemat daya yang digalakkan ini memang dapat mengurangi kompensasi kelebihan kVArh, namun harus diperhitungkan dengan benar berapa daya reaktif yang akan dikompensasi oleh alat tersebut.
Dengan hasil penelitian ini, PLN menghimbau kepada seluruh pelanggan untuk tidak memasang alat penghemat listrik yang ditawarkan karena tidak terbukti mengurangi tagihan listrik bahkan menambah ukuran energi listrik. Kenaikan tagihan biasanya seiring dengan peningkatan penggunaan listrik.
Terkadang kita tidak merasakan peralatan elektronik kita bertambah, misalnya dulu kita tidak menggunakan AC, sekarang kita menggunakan AC atau perangkat elektronik lainnya. Hal ini tentunya akan meningkatkan penggunaan listrik.
Masalah yang disebabkan oleh penggunaan perangkat hemat listrik
Menurut teori kelistrikan, konsumsi listrik hanya dapat dikurangi dengan lebih efisien bila menggunakan kompensator daya. Fungsi dasar dari alat ini adalah untuk menurunkan power supply yang mensuplai peralatan elektronik yang terhubung secara elektrik.
Dengan pemahaman bahwa pasokan listrik yang disuplai sudah berkurang, maka secara teknis energi yang akan digunakan juga akan berkurang dibandingkan kondisi normal. Jadi sebenarnya penggunaan alat penghemat listrik seperti yang beredar luas itu tidak akan memberikan kontribusi sebesar yang digembar-gemborkan oleh produsen.
Berharap untuk mendapatkan penggunaan listrik yang efisien, yang sebenarnya terjadi justru mengurangi efisiensi perangkat elektronik di rumah Anda karena dipaksa bekerja dalam kondisi normal akibat manipulasi daya listrik.
Seperti yang terjadi pada banyak kasus, penggunaan alat penghemat listrik menyebabkan semua alat elektronik menjadi tidak maksimal, seperti mesin AC dan kulkas yang kurang dingin, lampu yang meredup, mesin pompa air yang lambat.
Setelah diketahui perangkat elektronik Anda bekerja dengan kondisi standar, tidak menutup kemungkinan usia peralatan rumah tangga Anda juga berisiko cepat rusak.
Bukannya ingin mendapatkan biaya listrik yang hemat justru malah mengakibatkan Anda merugi karena kerusakan peralatan rumah tangga Anda. Baca juga tentang cara menghemat listrik dengan menggunakan pompa air.
Dengan mengetahui fakta-fakta seperti yang dijelaskan di atas, sebagus apapun alat penghemat listrik tentunya tentang bagaimana mengatur penggunaan daya listrik agar lebih hemat dan tidak boros. Bagaimana, apakah Anda masih tertarik untuk membeli perangkat penghemat daya?
Sumber : https://haluanlampung.com/2020/03/24/kata-pln-alat-penghemat-listrik-itu-bohong-uuuuuu-telat, https://pompair.com/alat-penghemat-listrik/,
0 Komentar untuk "Apakah Alat Penghemat Listrik Itu Benar ?"