Beberapa pilihan obat untuk mengobati tinja berdarah saat buang air besar, mungkin banyak di pasaran. Umumnya, buang air besar berdarah ini enadakan adanya masalah dengan perdarahan saluran cerna bagian atas seperti penyakit crohn dan kolitis ulserativa atau di saluran pencernaan bagian bawah. Jadi sebelum beli obat BAB berdarah di apotik, cari tahu dulu obat feses berdarah yang tepat sesuai dengan penyebabnya.
Buang air besar berdarah (BAB) merupakan kondisi yang tidak bisa dianggap remeh. Kondisi ini perlu ditangani dengan memberikan obat feses berdarah yang tepat sesuai dengan penyebabnya. Pasalnya, tinja berdarah bisa menandakan adanya masalah serius pada saluran atau sistem pencernaan.
Tinja berdarah umumnya ditandai dengan adanya darah di tinja atau saat Anda menyeka area anus setelah buang air besar.
Munculnya darah pada tinja umumnya menandakan adanya perdarahan pada saluran pencernaan Anda, terutama saluran pencernaan bagian bawah, yaitu usus besar, rektum, dan anus.
Warna dan Penyebab BAB Berdarah
Warna dan penampakan darah yang keluar saat buang air besar dapat menunjukkan letak perdarahan di saluran pencernaan, yaitu:
Merah terang
Darah berwarna merah cerah yang muncul di permukaan tinja menandakan adanya pendarahan di usus besar, rektum, atau anus. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh:
- Polip usus besar atau kanker usus besar
- Infeksi usus
- Kelainan pada pembuluh darah usus
- Penyakit Menular Seksual
Penyebab lainnya adalah :
Wasir
Wasir (ambeien) adalah peradangan atau pembengkakan pada pembuluh darah vena di sekitar anus. Kondisi ini, juga disebut wasir, dapat terjadi di rektum, saluran yang menghubungkan usus besar ke anus, atau di sekitar anus.
Umumnya, wasir bisa disebabkan karena terlalu sering mengejan dan dalam waktu yang lama saat buang air besar. Beberapa obat untuk mengatasi penyebab feses berdarah ini antara lain:
- krim hidrokortison atau lidokain,
- pencahar, dan
- suplemen serat untuk melancarkan buang air besar.
Fisura anal
Saluran pencernaan bagian bawah lainnya yang berdarah dan dapat menyebabkan tinja berdarah adalah fisura anus. Penyakit pencernaan ini timbul karena adanya robekan atau luka kecil pada jaringan mukosa anus.
Fisura ani biasanya terjadi saat buang air besar terlalu keras dan besar. Akibatnya, penderita mengalami rasa sakit dan berdarah saat buang air besar, sehingga terkadang keluar darah bersama feses.
Beberapa pilihan obat untuk mengobati fisura anus meliputi:
- nitrogliserin,
- krim anestesi topikal, seperti lidokain dan hidroklorida, serta
- obat untuk mengendurkan otot sfingter, seperti nifedipin dan diltiazem.
Divertikulitis
Divertikulitis adalah masalah pencernaan ketika kantong di usus besar meradang dan terinfeksi. Jika tidak diobati, peradangan ringan dapat berkembang menjadi infeksi serius dan memicu gejala yang mengganggu, seperti tinja berdarah.
Untuk mengurangi risiko komplikasi divertikulitis, dokter biasanya akan merekomendasikan antibiotik untuk melawan infeksi. Selain itu, Anda juga diminta untuk mengonsumsi makanan yang mudah dicerna agar pergerakan usus tidak terganggu.
Penyakit Radang Usus (IBD)
Penyakit radang usus adalah kondisi radang usus yang dibagi menjadi dua penyakit, yaitu penyakit Crohn dan kolitis ulserativa. Penyakit ini biasanya ditandai dengan peradangan kronis pada saluran pencernaan bagian bawah.
Penyakit Crohn dan kolitis ulserativa menyebabkan gejala mulai dari tinja berdarah hingga penurunan berat badan. Itu sebabnya, dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk menjalani terapi obat, berupa:
- obat anti inflamasi, seperti kortikosteroid,
- obat imunosupresif, yaitu azathioprine dan methotrexate,
- antibiotik, yaitu ciprofloxacin dan metronidazol, dan
- obat pereda nyeri, yaitu asetaminofen.
Sebenarnya ada berbagai kondisi yang bisa memicu tinja berdarah. Itu sebabnya, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sesuai dengan penyebabnya.
Merah tua atau merah marun
Kotoran berdarah berwarna merah tua atau merah marun bercampur dengan feses biasanya menandakan adanya pendarahan di usus besar atau usus kecil. Kondisi ini dapat disebabkan oleh radang usus besar, penyakit divertikular, atau tumor usus.
Berikut ini adalah penyebab perdarahan saluran cerna bagian atas yang dapat memicu tinja berdarah dan cara mengobatinya.
Infeksi Helicobacter pylori
Infeksi Helicobacter pylori (H. pylori) adalah suatu kondisi ketika bakteri H. pylori menyerang lambung. Bakteri ini dapat merusak jaringan lambung hingga usus halus bagian pertama.
Jika tidak diobati, infeksi bakteri ini dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti sakit maag, gastritis, dan kanker perut. Faktanya, bakteri H. pylori juga bisa menghasilkan darah dalam tinja Anda.
Ada juga beberapa pilihan obat untuk mengobati infeksi H. pylori sebagai penyebab tinja berdarah, yaitu:
- antibiotik,
- penghambat pompa proton (PPI), seperti omeprazole,
- penghambat histamin (H2 blocker), seperti simetidin, dan
- bismut subsalisilat (Pepto-Bismol).
Sindrom Mallory-Weiss
Salah satu gejala yang menandai sindrom Mallory-Weiss adalah tinja berdarah. Masalah pencernaan ini adalah suatu kondisi dimana terjadi robekan pada lapisan jaringan kerongkongan (kerongkongan) yang disebut mukosa.
Pilihan obat untuk penyakit yang umumnya disebabkan oleh luka pada lambung tidak jauh berbeda dengan obat yang menekan asam lambung, seperti H2 blocker dan PPI.
Pengobatan BAB Berdarah
Jika Anda mengalami tinja berdarah, segera konsultasikan dengan ahli gastroenterologi untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat berdasarkan penyebab yang mendasarinya.
Untuk menentukan penyebab tinja berdarah, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang meliputi kolonoskopi, endoskopi lambung, pemeriksaan darah dan feses, serta rontgen dan CT scan organ pencernaan.
Setelah penyebab tinja berdarah yang Anda alami diketahui, dokter mungkin akan merekomendasikan pengobatan berupa:
Pemberian Obat Buang Air Besar Berdarah
Pemberian obat untuk mengatasi tinja berdarah disesuaikan dengan penyebabnya. Ada beberapa jenis obat feses berdarah yang bisa diberikan oleh dokter, antara lain:
- Obat antibiotik untuk mengobati infeksi pylori dan infeksi bakteri di usus besar
- Obat antiinflamasi kortikosteroid untuk mengobati kolitis
- Obat ambeien dan obat ambeien
- Kemoterapi untuk mengobati kanker usus besar
Operasi
Selain memberikan tinja berdarah, dokter juga dapat melakukan pembedahan untuk menghilangkan polip atau adanya bagian usus besar yang rusak akibat kanker usus besar, divertikulitis, atau penyakit radang usus.
Perubahan gaya hidup
Dokter juga umumnya akan menyarankan Anda untuk melakukan perubahan gaya hidup dengan makan lebih banyak makanan berserat dan minum lebih banyak air agar feses Anda menjadi lunak dan proses buang air besar lebih lancar.
Selain itu, rajin makan serat dan minum air putih yang cukup juga bermanfaat untuk mencegah dan meringankan sembelit dan fisura anus.
Pada tinja berdarah yang parah, perdarahan berpotensi menyebabkan syok hipovolemik karena kehilangan banyak darah. Kondisi berbahaya ini perlu segera dirawat di rumah sakit.
Dokter akan memberikan terapi cairan melalui infus dan transfusi darah sesegera mungkin. Selama perawatan, kondisi pasien akan dipantau secara ketat oleh dokter.
Jika Anda mengalami tinja yang berubah warna atau tinja berdarah, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan dan pengobatan yang tepat untuk tinja berdarah.
Sumber : https://www.alodokter.com/ini-obat-bab-berdarah-sesuai-penyebabnya, https://hellosehat.com/pencernaan/pencernaan-lainnya/obat-bab-berdarah/,
0 Komentar untuk " Obat BAB Berdarah di Apotik"